MEDAN – Tim Reaksi Cepat (TRC) Kota Medan kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas kejahatan jalanan yang meresahkan warga. Dalam patroli rutin yang digelar pada Senin (4/5/2026), tim berhasil meringkus dua orang pria yang diduga kuat merupakan pelaku pembegalan saat melintas di kawasan Jalan Mandala By Pass.
Penangkapan ini bermula ketika personel TRC Kota Medan melakukan penyisiran di wilayah hukum tersebut. Ketua Tim (Katim) TRC Kota Medan, Reza Wahyudi, mengungkapkan bahwa gerak-gerik mencurigakan kedua pelaku saat berboncengan motor menjadi pemicu tim untuk melakukan pengejaran dan pemeriksaan mendalam.
“Saat tim patroli melintas di daerah Mandala, kami melihat dua orang berboncengan dengan gelagat yang sangat mencurigakan. Petugas kemudian mendekati kendaraan tersebut untuk melakukan pemeriksaan badan dan kendaraan,” ujar Reza Wahyudi saat memberikan keterangan kepada media.
Kecurigaan petugas terbukti benar. Setelah dilakukan penggeledahan secara menyeluruh, tim menemukan satu bilah senjata tajam jenis pedang berbentuk celurit yang disembunyikan secara rapi di bawah jok motor (kereta) pelaku. Penemuan senjata tajam ini memperkuat dugaan bahwa keduanya tengah bersiap untuk mencari mangsa atau melakukan aksi pembegalan di sekitar lokasi.
Melihat adanya barang bukti yang mematikan tersebut, tim langsung bergerak cepat mengamankan kedua pelaku. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan guna kepentingan pengembangan kasus, para terduga begal tersebut langsung diboyong ke Polsek Medan Tembung.
“Keduanya sudah kami serahkan ke Polsek Medan Tembung untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan pemetaan kami, mereka terdeteksi berencana melakukan aksi begal di daerah tersebut,” tambah Reza.
Sementara itu, Sekjen TRC Kota Medan, Willyam Pasaribu, menegaskan bahwa saat ini fokus utama tim adalah menekan angka kriminalitas begal yang mulai menghantui masyarakat. Ia menyebutkan bahwa laporan mengenai aksi pembegalan di titik-titik rawan telah menjadi perhatian serius bagi TRC.
“Kami dari TRC Kota Medan kali ini memberikan atensi khusus pada aksi begal. Laporan dari masyarakat sudah berulang kali terjadi pembegalan di Kota Medan. Kami sudah memetakan titik-titik rawan seperti Tembung, Mandala, Sunggal, Helvetia, hingga ke wilayah Labuhan Deli,” tegas Willyam Pasaribu.
Willyam juga memastikan bahwa TRC Kota Medan tidak akan tinggal diam dan terus berkomitmen untuk memberikan rasa aman kepada warga Medan. Pihaknya akan terus bersinergi dalam memberantas segala bentuk kejahatan jalanan, mulai dari begal, tawuran, hingga pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Kami akan terus konsisten dan berkomitmen untuk memberantas begal dan hal-hal kejahatan lainnya. Ini adalah misi kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat Kota Medan agar mereka tidak lagi merasa was-was saat beraktivitas, terutama pada malam hari,” pungkasnya.







