Suarakan Faktanya
banner 728x250

Dagangan Daging Babi Bersih Dari Limbah, Tuduhan Wali Kota Medan Rico Waas Keliru, GAMKI Medan Minta Surat Edaran Dicabut

Medan, buser86.com

Tuduhan Wali Kota Medan lewat surat edarannya menyatakan pedagang daging babi membuang limbahnya ke parit adalah tuduhan keliru. Pasalnya, para pedagang menyembelih hewan di PUD Rumah Potong Hewan (RPH) milik Pemko.

Yang dibawa pedagang dari RPH adalah daging, tidak ada darah atau kotoran yang disebut-sebut dibuang ke parit. Ada juga pedagang membeli daging dari peternak di Jalan Tangguk Bongkar Mandala, tidak ada membawa limbah, selain daging untuk dijual.

Pengakuan itu diungkapkan sejumlah pedagang daging babi di Jalan Turi, Mandala By Pass dan Jalan HM Nawi Harahap ketika Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) survei membandingkan surat edaran wali kota dengan kondisi di lapangan.

Ketua DPP GAMKI Pusat Sehat Sinurat sampai datang dari Jakarta bergabung dengan DPC GAMKI Medan melakukan survei sekaligus memotivasi para pedagang agar tetap semangat dan terus berjualan.

Hadir Ketua DPC GAMKI Medan Boydo HK Panjaitan, Sekretaris DPD GAMKI Sumut Erwin Situmorang, beserta sejumlah pengurus GAMKI Medan: Obat Lumban Gaol, Novianus Sitompul, Josua Panjaitan dan Jhon Marthin Lumban Gaol.

Pedagang di Jalan Turi, D br Sihotang/Ny Simanjuntak mengaku beberapa hari lalu didatangi Satpol PP, pihak kecamatan dan kelurahan. Perwakilan pemko tersebut meminta mereka.oindah ke Pasar Sambu.

Lalu biru Sihotang mengatakan kalau jualan di Sambu sudah tidak ada pembeli. Mereka sudah lama berjualan di Jalan Turi dan mayoritas penduduknya beragama Kristen.

Dia membeli daging babi dari RPH, lapak tempat berjualan di teras rumah dan tidak ada limbah. Pedagang lainnya Hotnida br Sidabutar berdagang di persimpangan Jalan Turi dan Jalan Bahagia, lapaknya bersih tanpa ada limbah sedikitpun.

Pengakuan sama diungkapkan M Simamora dan Boru Simanjuntak di Jalan Nawi Harahap. Mereka juga pernah didatangi Satpol PP dan unsur kelurahan meminta mereka pindah ke Sambu. Tapi mereka menjawab di Sambu tidak ada pembeli, lagipula tidak ada yang keberatan berjualan daging babi di lokasi tersebut.

Dari pantauan di lapangan, tidak ada pedagang yang membuang limbah ke parit seperti kotoran maupun daerah. Justru menurut pedagang, dagangan daging ayam potong yang menghasilkan limbah seperti kotoran, darah maupun bulu. Tapi ironisnya kata mereka kenapa jualan babi saja yang diminta ditertibkan.

Ketua DPP GAMKI Sahat Sinurat, Ketua DPC Medan Boydo HK Panjaitan dan pengurus lainnya tetap menghimbau para pedagang tetap menjaga kebersihan dan toleransi.

“Tetaplah berjualan, kami membela pedagang, karena UMKM adalah pelopor ekonomi kerakyatan yang harus dilindungi. Kami melihat tidak ada yang salah dilakukan pedagang daging babi,” kata Boydo Panjaitan, Senin (23/2/2026)

Willyam Pasaribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *