Viral! Jalan Rusak Dikeruk Tak Kunjung Diaspal, Anak Muda Pangkalan Susu dan Konten Kreator Langkat Turun ke Jalan
LANGKAT | buser86.com
Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan lintas Kabupaten Langkat yang rusak parah akhirnya disuarakan secara terbuka secara masif di Jalan lintas Medan – Banda Aceh, Simpang Perkebunan Alenka, Desa Muka Paya, Kecamatan Hinai, Kamis. 8/10/2026. Aksi damai ini dipelopori oleh gabungan konten kreator Langkat, pemuda dari AMPAS (Anak Muda Pangkalan Susu), Besitang, Brandan, Tanjung Pura, serta LSM Generasi Masyarakat Adil Sejahtera (GMAS) Langkat yang langsung turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi warga.
Aksi tersebut sempat memicu perhatian publik hingga sejumlah aparat kepolisian dan TNI turun ke lokasi guna mengamankan arus lalu lintas dan mengantisipasi kemacetan di jalan lintas tersebut.
Sebagai bentuk protes dan kekecewaan, massa membentangkan spanduk besar di atas mobil pick-up dengan tulisan yang menohok:
“JALAN KAMI SUDAH DARURAT DAN SUDAH SAATNYA DIPERBAIKI. SEBAB BIAYA PERBAIKANNYA SUDAH KAMI BAYARKAN MELALUI PAJAK KAMI”
Kekecewaan warga memuncak karena jalan utama tersebut sebelumnya sudah dikeruk hingga menyerupai cakar ayam, namun dibiarkan begitu saja tanpa ada kejelasan kapan akan diaspal kembali oleh pemerintah. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu aktivitas ekonomi dan membahayakan keselamatan para pengendara yang melintas, terlebih saat cuaca buruk.
“Kami turun bukan untuk membuat keributan. Kami hanya menyuarakan keluhan masyarakat. Jalan kami sudah dikeruk lama, seperti cakar ayam, debu di mana-mana, kalau hujan jadi lumpur. Tapi sampai sekarang tidak ada pengaspalan,” ujar salah seorang perwakilan dari AMPAS.
Senada dengan hal itu, para konten kreator Langkat yang ikut turun ke jalan menegaskan bahwa gerakan ini murni merupakan aspirasi dari masyarakat bawah. Mereka mempertanyakan realisasi dari pajak yang selama ini rutin dibayarkan oleh warga, sementara infrastruktur jalan utama yang menjadi urat nadi perekonomian justru dibiarkan rusak berlarut-larut.
Melalui aksi damai ini, massa mendesak Pemerintah Kabupaten Langkat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk segera mengambil tindakan nyata dengan melakukan pengaspalan ulang secepatnya, sebelum kondisi jalan tersebut memakan korban jiwa dan menimbulkan kerugian materi yang lebih besar bagi masyarakat.
(Sarjun / BP)
