MEDAN – Kabar duka menyelimuti dunia olahraga Sumatera Utara dan nasional. Legenda tinju kebanggaan Sumut, Niazi Almy Bin Muhammad Ali SH, dikabarkan telah berpulang ke Rahmatullah. Kepergian sosok yang dikenal sebagai petarung tangguh di ring sekaligus pelatih bertangan dingin ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi insan tinju di seluruh tanah air.

Semasa aktif sebagai atlet, Niazi Almy adalah nama yang disegani di belantika tinju amatir maupun profesional. Namanya mulai mencuat saat mengharumkan nama Sumatera Utara di berbagai ajang bergengsi, di antaranya merengkuh juara pada Piala Walikota Padang (1994), Piala Pangdam I/Bukit Barisan (1995), hingga ajang bergengsi Sarung Tinju Emas (STE) di Jawa Barat pada tahun 1995. Tidak hanya di amatir, ia juga sempat menjajaki karier profesional dan sukses menduduki peringkat satu nasional, sebuah pencapaian yang mengukuhkan dedikasinya di atas ring.

Pasca-pensiun sebagai atlet, pengabdian Niazi terhadap dunia tinju tidak pernah padam. Ia melanjutkan kariernya sebagai pelatih berlisensi nasional. Sebagai pelatih kepala (Head Coach), Niazi dikenal sebagai sosok yang disiplin dan mampu melahirkan bibit-bibit juara baru dari tingkat junior, youth, hingga senior.
Salah satu tinta emas kepelatihannya tercatat saat ia berhasil mengantarkan tim gabungan Medan dan Tapanuli Utara menjadi Juara Umum pada Piala Panglima Kodam Iskandar Muda tahun 2018. Di tahun yang sama, ia membawa empat petinju Sumut bertanding di Open Tournament Pulau Penang, Malaysia, dengan raihan fantastis berupa tiga medali emas dan satu medali perunggu. Prestasi ini berlanjut pada Kejurnas 2018 di Medan, di mana ia membawa tim Sumut meraih predikat juara umum kategori junior-youth.
Terakhir, dedikasinya tetap terlihat nyata saat mengawal tim tinju pelajar Sumut di ajang Popnas Sumatera Selatan 2023 dengan membawa pulang dua medali perak dan satu medali perunggu.

Kepergian sang pahlawan olahraga ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya di Medan dan Sumatera Utara, untuk meneruskan api semangatnya. Kini, sang legenda telah beristirahat dengan tenang, namun nama dan jasa Niazi Almy akan tetap terukir indah dalam sejarah panjang tinju Indonesia. Selamat jalan, pahlawan olahraga. (Bayu Pratama)
