MALAYSIA – Sesosok mayat perempuan yang diduga merupakan warga negara Indonesia (WNI) ditemukan mengapung di Sungai Klang, dekat sebuah pabrik di kawasan USJ 1, Subang Jaya, Selangor, Malaysia, Rabu (5/8/2026) siang.
Penemuan jasad tersebut bermula dari laporan warga kepada Kepolisian Distrik Subang Jaya sekitar pukul 12.58 waktu setempat. Petugas yang tiba di lokasi langsung mengevakuasi korban dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kepala Kepolisian Distrik Subang Jaya, Asisten Komisaris Wan Azlan Wan Mamat, mengungkapkan hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan.
“Wajah korban mengalami kerusakan parah, sementara kulit pada bagian tangan dan kaki telah mengelupas,” ujar Wan Azlan dalam keterangan resminya sebagaimana dikutip dari BuletinTV3.
Saat ditemukan, korban masih mengenakan jaket berwarna kuning dan celana jins berwarna terang. Polisi juga menemukan sebuah tas selempang yang berisi dokumen identitas berupa Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).
Berdasarkan identitas yang ditemukan, korban diduga bernama Ni Putu Widya Ningrum, dengan alamat di Jalan Selada II, Dusun X, Bandar Setia, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Meski demikian, kepolisian masih melakukan proses verifikasi untuk memastikan identitas tersebut.
Jenazah kemudian dibawa ke Unit Forensik rumah sakit setempat guna menjalani autopsi. Pemeriksaan medis dilakukan untuk memastikan penyebab kematian sekaligus mengungkap apakah terdapat unsur kekerasan dalam peristiwa tersebut.
Hingga kini, Kepolisian Distrik Subang Jaya masih mengklasifikasikan kasus tersebut sebagai Sudden Death Report (SDR) atau laporan kematian mendadak. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi belum menemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana.
Meski demikian, penyelidikan terus dilakukan, termasuk menelusuri riwayat korban dan memastikan identitas sebenarnya. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai korban atau kehilangan anggota keluarga di Malaysia agar segera menghubungi Kantor Polisi USJ 8 untuk membantu proses identifikasi dan penyelidikan lebih lanjut.







