Aktivis Sosial, Saharuddin Dan KetuaSeparoh Soroti Berbagai Persoalan di Medan Utara, Usulkan Kaukus Politik Parlemen
Medan – buser86.com
Aktivis Sosial mengusulkan agar anggota dan pimpinan DPRD Kota Medan, khususnya wakil dari Medan Utara, segera membentuk kaukus politik di parlemen, untuk menyelesaikan semua persoalan ditengah masyarakat diwilayah bagian utara Kota Medan, dengan tujuan pembentukan kelompok lintas partai untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan dan sosial yang belum terselesaikan di kawasan Medan Utara, termasuk masalah tawuran, narkoba, judi, begal, mafia minyak, prostitusi, serta calo pasfort dan SIM.
Hal tersebut disampaikan tokoh sosial tersebut Saharuddin, yang juga Ketum KSJ Pusat pada wartawan, Kamis (05/03/2026).
“Kaukus politik dapat menjadi forum koordinasi, perencanaan kebijakan, dan evaluasi kinerja anggota parlemen. Ini sekaligus memperkuat posisi mereka terhadap isu strategis di kawasan Utara Kota Medan,” ujarnya.
Kaukus politik, menurut Saharuddin, adalah pertemuan anggota legislatif lintas partai yang bersatu berdasarkan kesamaan pandangan, kepentingan, atau isu tertentu.
“Wadah ini bisa digunakan untuk merumuskan kebijakan bersama, menyusun rekomendasi strategis, dan mendiskusikan isu nasional melalui berbagai pendekatan”, sebut Aktivis kelahiran Medan Utara itu.
Saharuddin menekankan, bahwa pembentukan kaukus bukan sekadar koordinasi internal, tetapi juga langkah konkret untuk menghadirkan solusi yang efektif bagi masalah kronis yang selama ini mengganggu keamanan, ketertiban, dan kualitas hidup masyarakat Medan Utara.
“Forum ini penting agar anggota parlemen bisa bekerja lebih terarah, mempermudah koordinasi, dan meningkatkan efektivitas kebijakan publik,” tambahnya.
Sementara itu, Aktivis Sosial Muda, Zainal Abidin, yang juga seorang konten kreator populer yang dikenal vokal dalam melakukan kritisi tersebut, dengan nama akunnya diberbagai media sosial, #KetuaSeparoh itu menyampaikan pendapatnya atas usulan pembentukan kaukus di parlemen tersebut sangatlah tepat dan harus segera dimulai, Ia juga menyebutkan, Usulan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat Medan Utara atas degradasi sosial yang dianggap belum mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait.
“Saat ini masyarakat sudah resah dengan kondisi kamtibmas yang sudah sangat rawan sekali, saya juga pernah jadi korban Begal di Belawan, belum lagi masalah tawuran dan kejahatan lainnya, begitu juga dengan masalah pembangunan, pendidikan, lapangan kerja, dan lain sebagainya, jadi usulan pembentukan kaukus tersebut harus segera dimulai, saya juga berharap Walikota juga harus respon cepat selaku kepala daerah”, ucap aktivis muda itu, disela acara bukber yang digelar Lembaga PNB di Kota Medan.
(Redaksi)

