Suarakan Faktanya
banner 728x250
Berita  

Dilantik Jadi Ketua PMKRI Medan, Andreas Sitanggang: Kami Mitra Kritis Pemerintah, Tak Ragu Bersuara untuk Rakyat!

banner 728x250

MEDAN – Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Medan Santo Bonaventura resmi memulai babak baru kepengurusan. Prosesi pelantikan Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium beserta jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PMKRI Medan periode 2026–2027 sukses digelar sebagai bagian dari estafet kepemimpinan organisasi, Rabu (10/6/2026).

Momentum sakral yang berlangsung khidmat ini dihadiri langsung oleh Pengurus Pusat (PP) PMKRI yang diwakili oleh Presidium Hubungan Masyarakat Katolik PP PMKRI periode 2024–2026.

Pada periode ini, PMKRI Cabang Medan mengusung tema besar: “Solid dalam Akar, Progresif dalam Gerakan Menuju Regenerasi Kepemimpinan yang Berkualitas dan Loyalitas.” Tema tersebut dicanangkan sebagai arah gerak organisasi untuk menjaga nilai-nilai luhur perhimpunan sekaligus menjawab tantangan zaman yang kian dinamis.

Menolak Apatis, PMKRI Tegaskan Posisi Mitra Kritis

Dalam pidato perdana usai resmi dilantik, Ketua Presidium PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura Periode 2026–2027, Andreas Sitanggang, melontarkan pesan kuat kepada seluruh kader. Ia menegaskan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan tidak boleh terjebak dalam sikap masa bodoh terhadap realitas sosial.

“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni pergantian kepengurusan. Ini adalah peneguhan panggilan perjuangan. PMKRI Cabang Medan akan tetap berdiri sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah,” tegas Andreas secara lugas.

Mantan aktivis kampus ini menambahkan, sebagai organisasi pembinaan dan perjuangan, PMKRI memikul tanggung jawab moral untuk terlibat langsung mengawal kondisi masyarakat, khususnya di Kota Medan.

Fokus Kawal Kebijakan Publik di Kota Medan

Lebih lanjut, Andreas menyatakan bahwa kepengurusannya akan memperketat pengawasan terhadap kebijakan publik yang dikeluarkan pemerintah daerah. PMKRI berkomitmen untuk memastikan setiap regulasi bermuara pada kesejahteraan masyarakat luas.

“Kami mendukung setiap kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tetapi kami juga tidak akan ragu mengkritik ketika pemerintah gagal menjawab kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.

Ia menjamin kritik-kritik yang nantinya dilayangkan PMKRI adalah bentuk kecintaan terhadap Kota Medan, agar roda pemerintahan tetap berjalan di atas koridor keadilan, kemanusiaan, dan keberpihakan pada rakyat kecil.

“PMKRI tidak akan menjadi organisasi yang hanya diam dan menonton. Kami akan hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan mereka, mengawal kebijakan publik, dan memastikan suara rakyat tidak diabaikan oleh para pengambil kebijakan,” kata Andreas mengakhiri.

Seruan Solidaritas Kader

Menutup prosesi pelantikan, Andreas mengajak seluruh kader PMKRI Cabang Medan Santo Bonaventura untuk merapatkan barisan, saling mendukung, dan terlibat aktif dalam setiap agenda taktis organisasi. Menurutnya, keberhasilan roda perhimpunan dalam satu periode ke depan bukan hanya bertumpu pada pengurus, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh kader untuk Gereja dan Tanah Air. (Willyam Pasaribu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2