Suarakan Faktanya

Revitalisasi ” LAPANGAN MERDEKA” tak kunjung Rampung

banner 728x250

Kadis Perkim John Esther Lase: No Komen

Medan | buser86.com

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (PKPCKTR) Kota Medan, John Esther Lase enggan berkomentar terkait revitalisasi Lapangan Merdeka Medan yang tak kunjung rampung.

Sebelumnya, revitalisasi lapangan di pusat Kota Medan ini ditargetkan selesai pada 10 Februari 2026 usai terlambat lantaran bencana banjir pada November 2025. Namun hingga Juni 2026, banyak bagian Lapangan Merdeka Medan yang belum dibuka untuk umum.

“Saya no komen dulu,” ujar John saat diwawancarai, Kamis (23/7/2026).

Ditanya lebih lanjut terkait trek lari serta gedung bawah tanah yang ada di Lapangan Merdeka Medan, John juga mengaku dirinya masih enggan berkomentar.

“Nanti sudah selesai (baru komentar). Sebenarnya enggak ada masalah sekarang. Saya no komen aja dulu ya,” tambahnya.

Dari amatan buser86.com di Lapangan Merdeka Medan pada Kamis (23/7/2026), kondisi lapangan masih banyak ditutupi garis-garis pembatas yang tidak dibuka untuk umum. Di antaranya trek lari, pendopo utama, lokasi parkir, hingga jalur menuju gedung bawah tanah.

Warga yang datang ke Lapangan Merdeka Medan memarkirkan kendaraan di Jalan Pulau Pinang tetap di sisi trotoar.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap meninjau perkembangan pembangunan revitalisasi Lapangan Merdeka Medan khususnya di bagian basement (bawah tanah). Dari hasil tinjauan tersebut, kontraktor menargetkan revitalisasi rampung pada 10 Februari 2026.

“Tadi kita sudah tanyakan ke pengembang dan kontraktor, insyaAllah tanggal 10 Februari ini sudah selesai. Setelah itu masuk tahap serah terima ke Dinas Perkim dan selanjutnya dilakukan pemeliharaan. Mudah-mudahan sebelum Lebaran atau setelah Lebaran sudah bisa kita manfaatkan,” ujar Zakiyuddin, Rabu (14/1/2026).

Dalam tinjauan kedua kalinya ini, Zakiyuddin menilai progres pengerjaan revitalisasi menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan kunjungan pertama. Ia berharap proyek ini tidak hanya selesai tepat waktu, tetapi juga mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Yang penting ini kita harap ini cepat selesai dan nantinya bisa banyak menyerap tenaga kerja. Ini tinjauan kedua kita, dan dari pertama ke kedua ini sudah jauh berbeda, banyak perkembangannya,” tambahya.

Ia menjelaskan, waktu pengerjaan proyek memang mengalami penambahan selama 50 hari akibat kendala banjir yang sempat menghambat proses pembangunan. Namun demikian, pihak pengembang dan kontraktor telah memastikan bahwa proyek dapat diselesaikan sesuai target.

Willyam Pasaribu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2