TRUK KONTAINER TERLEPAS DARI SASIS , SKANDAL PELABUHAN TERKUAK, MEDAN – BELAWAN DARURAT KESELAMATAN! & BELUM LAGI KASUS MAKAN KORBAN
Medan | buser86.com
Rentetan kecelakaan Truk Kontainer kembali mengguncang kawasan Medan – Belawan. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah insiden serius terjadi, mulai dari truk terbalik, gagal menanjak, hingga kecelakaan maut yang merenggut nyawa seorang mahasiswi.

Insiden terbaru terjadi di Simpang Buaya, Kampung Salam. Sebuah truk bernomor polisi BK 8552 GB terbalik diduga karena tidak mematuhi Standar Operasional prosedur ( SOP ), yakni tidak mengunci atau menkancing Kontainer dengan baik sehingga terlepas dari sasis. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Tak berselang lama, kecelakaan lain terjadi di Jembatan Sungai Deli, Jalan Titi Pahlawan, kawasan Medan Marelan, Jumat, 17/4/2026. Truk Kontainer BK 8918 LJ dilaporkan gagal menanjak. Kendaraan tersebut diketahui milik PT. Barata Mandiri Jaya dan terdaftar di Organda Sumut.

Sebelumnya, tragedi memilukan terjadi pada Selasa, 14/4/2026, malam di kawasan Medan Labuhan. Seorang mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Sumatera Utara, Anggel Anggriani ( 23 ), tewas di tempat setelah diduga ditabrak truk kontainer. Sepeda motor korban bahkan terseret hingga puluhan meter.
Masalah Sistemik dan Dugaan Kelalaian
Di tengah maraknya kecelakaan, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara juga tengah mengusut dugaan korupsi Penerimaan Negara Bukan Pajak ( PNBP ) di Sektor Kepelabuhanan Belawan. Terbaru, Penyidik menetapkan Rivolino ( 61 ), mantan Kepala KSOP Belawan periode 2023 s/d 2024, sebagai tersangka.
Sebelumnya, tiga tersangka lain telah lebih dulu ditahan, yakni Wisnu Handoko, Marganda Lamhot Asi Sihite, dan Sapril Heston Simanjuntak. Kasus ini bermula dari temuan ketidaksesuaian data kapal dalam proses Rekonsiliasi wajib pandu. Sejumlah kapal dengan Gross Tonnage ( GT ) di atas 500 tidak tercatat, sehingga diduga menimbulkan potensi kerugian negara.
Desakan Evaluasi Total Angkutan Barang
Tokoh masyarakat, Rudi Simorangkir, mendesak Aparat Penegak Hukum untuk memperluas Penyelidikan, termasuk pada Sektor Transportasi angkutan barang yang dinilai masih banyak melanggar aturan.
Ia menyoroti masih maraknya truk tidak layak jalan, kendaraan Over Dimension Over Load ( ODOL ), hingga truk tanpa lampu yang tetap beroperasi di jalur padat seperti Jalan KL. Yos Sudarso dan Tol Belawan.
“ Kalau dilakukan pemeriksaan serius, pasti banyak ditemukan pelanggaran. Ini sangat membahayakan masyarakat “, ujarnya.
Selain itu, perilaku sopir truk yang Ugal-ugalan juga menjadi sorotan karena meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki. Rangkaian Insiden Jadi Alarm Bahaya. Sejumlah kejadian lain juga memperkuat kekhawatiran publik, seperti jatuhnya kontainer di Simpang Puntung Belawan II serta insiden ban truk lepas yang menyebabkan seorang warga tertimpa pagar.
Mantan pejabat Pelindo, Khairul Ulya, menegaskan bahwa kondisi ini sudah sangat mengkhawatirkan dan membutuhkan tindakan tegas dari instansi terkait. “ Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pengawasan terhadap kendaraan, kelayakan operasional, hingga kondisi pengemudi harus diperketat “, tegasnya.
Dorongan Penegakan Hukum Lebih Luas
Rudi Simorangkir juga meminta agar penyelidikan tidak berhenti pada kasus KSOP saja. Ia mendorong pemeriksaan terhadap berbagai pihak terkait, termasuk Organda Sumut, KSOP Belawan, Dinas Perhubungan, BPTD, pemerintah daerah, Pelindo, hingga Kepolisian.
Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan tidak ada pembiaran terhadap kendaraan angkutan barang yang tidak memenuhi standar keselamatan. “ Sudah terlalu banyak korban. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang tanpa tindakan nyata “, pungkasnya.
( bembeng buser86/team )

