Suarakan Faktanya
banner 728x250
Berita  

Keluarga WBP Keluhkan Aksi Demo di Depan Lapas I Medan, Aktivitas Kunjungan dan Mata Pencaharian Terganggu

banner 728x250

Medan – Aksi unjuk rasa yang berlangsung di depan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Medan menuai keluhan dari sejumlah keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) dan para pengemudi ojek yang sehari-hari menggantungkan penghasilan dari aktivitas kunjungan di lingkungan lapas.
Mereka mengaku menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Namun di sisi lain, aksi yang berlangsung di akses masuk menuju lapas dinilai telah mengganggu aktivitas kunjungan keluarga serta berdampak pada penghasilan masyarakat kecil.

Salah seorang keluarga WBP, Wiwin, mengaku kecewa karena kesempatan bertemu anggota keluarganya yang sedang menjalani masa pembinaan menjadi terhambat akibat situasi di sekitar lapas.

“Kami kan jarang-jarang bisa ke sini berkunjung, Bang. Jadinya aktivitas kunjungan keluarga jadi terhambat. Kami berharap baik pihak lapas maupun pendemo sama-sama menghormati hak kami sebagai keluarga warga binaan yang ingin berkunjung,” ujarnya.

Menurut Wiwin, kunjungan keluarga merupakan momen penting bagi para warga binaan untuk tetap mendapatkan dukungan moral dari keluarga. Karena itu, ia berharap tidak ada pihak yang menghalangi akses masyarakat yang hendak berkunjung ke lapas.

Keluhan serupa juga disampaikan Lisda, yang menilai aksi demonstrasi sebaiknya dilakukan tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun akses masyarakat.

“Maunya mereka demo jangan menghalangi jalan gitu lah. Datangi saja kantor lapas, sampaikan aspirasinya di sana. Jangan sampai membuat lalu lintas jadi macet dan masyarakat yang tidak ada kaitannya ikut terdampak,” katanya.

Ia mengaku sempat kesulitan mencapai lokasi kunjungan karena kondisi lalu lintas yang padat akibat konsentrasi massa di sekitar area lapas.

Tak hanya keluarga warga binaan, dampak aksi demonstrasi juga dirasakan para pengemudi ojek yang biasa mangkal di sekitar Lapas Kelas I Medan.

Salah seorang pengemudi ojek mengaku pendapatannya menurun drastis sejak aksi berlangsung. Menurutnya, banyak pengunjung memilih membatalkan atau menunda kunjungan karena khawatir dengan situasi di sekitar lapas.

“Kami hormati aspirasi masyarakat. Tapi tolonglah jangan sampai menimbulkan kesulitan untuk kami yang orang kecil ini. Kami cari makan dari pengunjung lapas, Bang. Gara-gara ada demo, mereka jadi takut datang atau keluar, kami jadi tidak dapat sewa,” keluhnya.

Ia berharap penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara tertib dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat maupun pengguna jalan lainnya.
Sejumlah keluarga WBP dan warga sekitar berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Mereka menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum harus tetap dihormati, namun pelaksanaannya juga diharapkan tidak mengorbankan hak masyarakat lain yang membutuhkan akses ke layanan publik dan aktivitas ekonomi di sekitar Lapas Kelas I Medan.

Hingga berita ini ditulis, aktivitas kunjungan di Lapas Kelas I Medan tetap berlangsung dengan pengawasan petugas, sementara masyarakat berharap situasi dapat segera kondusif sehingga pelayanan kunjungan dan aktivitas ekonomi di kawasan tersebut kembali berjalan normal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2