DELI SERDANG, SUMATERA UTARA – Upaya penyelundupan puluhan cartridge vape yang diduga mengandung zat narkotika berhasil digagalkan aparat kepolisian di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Seorang calon penumpang pesawat tujuan Jakarta berinisial CS (25) diamankan saat hendak membawa 29 cartridge vape narkoba yang disembunyikan secara rapi di dalam kotak roti kacang.
Penangkapan dilakukan pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB oleh tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut setelah menerima informasi intelijen terkait pergerakan seorang pria yang diduga membawa vape narkoba atau dikenal sebagai “pod getar” dari Kota Tebing Tinggi menuju Bandara Kualanamu.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan profiling terhadap target berdasarkan informasi yang diterima. Hasil identifikasi mengarah kepada CS yang kemudian terpantau berada di area pemeriksaan X-Ray bandara.
“Tim melihat seorang laki-laki yang sesuai dengan ciri-ciri informasi yang diperoleh berada di pintu masuk X-Ray Bandara Kualanamu. Selanjutnya, tim bersama petugas Avsec melakukan pengamanan terhadap pelaku,” ujar Andy, Selasa (16/6/2026).
Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sebuah kardus putih yang dibawa pelaku. Di dalam kardus tersebut terdapat empat kotak roti kacang merek Muraya. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, petugas menemukan 29 cartridge vape yang diduga mengandung etomidate, zat yang kerap disalahgunakan dan dicampurkan dalam vape ilegal.
Dari hasil interogasi awal, CS mengaku memperoleh barang tersebut dari seseorang bernama Davi yang saat ini masih dalam pengejaran polisi. Identitas dan peran Davi dalam jaringan peredaran vape narkoba tersebut masih didalami penyidik.
Polda Sumut menegaskan akan terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik peredaran vape narkoba lintas daerah. Sementara itu, CS telah ditahan dan menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kasus ini menjadi peringatan bahwa modus penyelundupan narkoba terus berkembang, bahkan dengan menyamarkannya ke dalam kemasan makanan yang tampak biasa demi mengelabui petugas keamanan bandara.







