Medan, buser86.com
Pola panas di Indonesia mulai berubah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu maksimum harian kembali menembus 36 derajat Celsius, namun kali ini tidak lagi didominasi Pulau Jawa, melainkan bergeser ke wilayah Sumatera, dengan Medan menjadi daerah terpanas, Kamis (26/3/2026).
BMKG merilis data suhu maksimum harian di Indonesia untuk periode 24 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 25 Maret 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam laporan tersebut, suhu tertinggi tercatat di Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara dan Deli Serdang, masing-masing mencapai 36,0 derajat Celsius.
Angka tersebut menunjukkan suhu panas masih cukup intens di sejumlah wilayah Indonesia.
Selain Medan dan Deli Serdang, sejumlah wilayah lain di Sumatera juga mencatat suhu tinggi.
Di antaranya:
Deli Serdang (Staklim Sumut) — 35,0°C
Pekanbaru, Riau — 34,5°C
Banda Aceh — 34,5°C dan 34,3°C
Padang, Sumatera Barat — 34,2°C
Kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah barat Indonesia, khususnya Sumatera, kini menjadi pusat suhu panas tertinggi.
BMKG juga mencatat suhu tinggi di wilayah lain di luar Sumatera.
Di Kalimantan, suhu maksimum tercatat di:
Kotawaringin Timur — 35,0°C
Kotawaringin Barat — 34,9°C
Barito Utara — 34,4°C
Palangkaraya — 34,2°C
Sementara di wilayah timur Indonesia:
Halmahera Utara — 34,9°C
Maluku Tengah — 34,8°C
Bitung, Sulawesi Utara — 34,5°C
Hal ini menegaskan bahwa suhu panas terjadi secara merata di berbagai wilayah Indonesia.
Berbeda dengan periode sebelumnya, Pulau Jawa tidak lagi mendominasi daftar wilayah dengan suhu tertinggi.
Pada periode ini, hanya Malang, Jawa Timur yang tercatat dengan suhu maksimum 34,2 derajat Celsius.
Perubahan ini menunjukkan adanya pergeseran distribusi panas di Indonesia dari wilayah Jawa ke Sumatera.
Kondisi ini sejalan dengan prediksi BMKG bahwa musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian wilayah Indonesia.
Fenomena tersebut dipicu oleh berakhirnya La Niña lemah pada Februari 2026 dan bergesernya kondisi menuju fase ENSO netral.
Selain itu, BMKG juga memperkirakan adanya peluang munculnya El Niño lemah hingga moderat pada pertengahan tahun yang dapat meningkatkan suhu udara dan menurunkan curah hujan.
Suhu panas yang terus bertahan berpotensi menimbulkan berbagai dampak, antara lain dehidrasi, kelelahan akibat panas, meningkatnya risiko kebakaran lahan, dan terganggunya aktivitas di luar ruangan.
Kondisi ini juga dapat berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca panas.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
memperbanyak konsumsi air putih
menghindari aktivitas di bawah terik matahari
menggunakan pelindung seperti topi atau payung
rutin memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG
Data terbaru BMKG menunjukkan bahwa suhu panas di Indonesia masih berlangsung dengan pola yang dinamis.
Pergeseran wilayah terpanas menjadi salah satu indikasi perubahan kondisi atmosfer menjelang musim kemarau 2026.
Willyam Pasaribu
