Laporan Tahunan FBI 2025: Kerugian Penipuan Kripto Meroket Hingga US$11,4 Miliar, Lansia Jadi Target Utama
WASHINGTON D.C. – Biro Investigasi Federal (FBI) melalui Internet Crime Complaint Center (IC3) merilis data statistik terbaru yang menunjukkan lonjakan signifikan dalam kejahatan aset kripto sepanjang tahun 2025. Total kerugian finansial yang dilaporkan masyarakat mencapai angka fantastis US$11,4 miliar, meningkat 22% dibandingkan tahun sebelumnya.
Laporan ini menggarisbawahi tren yang mengkhawatirkan: meski pengawasan regulasi semakin ketat, kompleksitas skema penipuan justru berkembang lebih cepat daripada upaya pencegahan yang ada.
Kelompok Lansia Menanggung Beban Terberat
Data IC3 mengungkap realitas pahit bagi warga Amerika berusia di atas 60 tahun. Kelompok ini menjadi segmen yang paling banyak dieksploitasi oleh pelaku kejahatan siber, dengan rincian:
- Total Kerugian: US$4,43 miliar (39% dari total kerugian nasional).
- Volume Aduan: 44.555 laporan.
- Tren: Angka kerugian ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan catatan tahun 2024 yang sebesar US$2,8 miliar.
Dominasi Penipuan Investasi dan Skema ‘Pemulihan’
Penipuan investasi tetap menjadi ancaman nomor satu di ruang digital. Subkategori ini menyumbang US$7,22 miliar dari total kerugian, dengan kenaikan volume pengaduan sebesar 48%.
Selain itu, FBI menyoroti dua modus yang mengalami peningkatan tajam:
- ATM & Kiosk Kripto: Kerugian naik 58% menjadi US$389 juta. Pelaku seringkali mengarahkan korban untuk menyetor uang tunai ke mesin ATM kripto fisik untuk “mengamankan” aset mereka.
- Penipuan Pemulihan (Recovery Scams): Menghasilkan kerugian tambahan sebesar US$1,4 miliar. Dalam skema ini, korban yang sebelumnya sudah tertipu kembali menjadi target oleh oknum yang berpura-pura bisa mengembalikan dana mereka dengan imbalan biaya tertentu.
Peta Kerugian Berdasarkan Wilayah
California kembali menempati posisi puncak sebagai negara bagian dengan kerugian aset kripto terbesar di Amerika Serikat, disusul oleh Texas dan Florida:
- California: US$2,099 Miliar
- Texas: US$1,016 Miliar
- Florida: US$914,5 Juta
Analisis FBI
Dalam kesimpulannya, FBI menyatakan bahwa rata-rata kerugian per individu kini mencapai US$62.604. Sebanyak 18.589 pelapor bahkan mengalami kerugian signifikan di atas US$100.000.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal dan selalu memverifikasi identitas pihak yang meminta transaksi melalui aset kripto. FBI menekankan bahwa penegakan hukum terus diperluas, namun kewaspadaan individu tetap menjadi lini pertahanan pertama yang paling krusial.

