Misteri di Balik Berhentinya ATV Sang Jenderal: Menelusuri Jejak Terakhir Brigjen (Purn) Raziman Tarigan
MEDAN – Aspal Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, menjadi saksi bisu terhentinya perjalanan Brigjen (Purn) Raziman Tarigan. Mantan Wakapolda Metro Jaya yang juga pernah menjabat sebagai Wadankor Brimob Polri tersebut mengembuskan napas terakhir setelah terlibat kecelakaan tragis saat mengendarai All-Terrain Vehicle (ATV) miliknya, Sabtu (18/4/2026) sore. Namun, empat hari pasca-kejadian, tabir penyebab pasti kematian sang purnawirawan tinggi itu masih tertutup rapat oleh teka-teki.
Benturan Keras di Ujung Senja
Sabtu itu, jarum jam menunjukkan pukul 18.15 WIB. Suasana di sekitar tempat usaha milik Raziman mulai melambat seiring senja yang jatuh. Joko (45), seorang pedagang yang sedang mengemasi barang dagangannya tepat di seberang lokasi, mendadak dikagetkan oleh suara dentuman logam yang menghantam aspal dengan keras.
“Saya tidak lihat detik-detiknya, tapi suara benturannya sangat keras,” kenang Joko saat ditemui, Rabu (22/4/2026). Saat ia membalikkan badan, pemandangan memilukan tersaji: kendaraan ATV roda empat yang lazim ditunggangi sang Jenderal sudah dalam posisi terbalik. Raziman tergeletak tak jauh dari sana dengan luka serius di bagian kepala.
Ironisnya, bungkusan makanan yang baru saja dibeli almarhum berserakan di jalanan, menandakan bahwa insiden ini terjadi hanya beberapa menit sebelum ia mencapai tujuan.
Antara Kecelakaan Tunggal dan Bayang-bayang Tabrak Lari
Hingga saat ini, pertanyaan besar mengenai apakah ada “pihak kedua” dalam insiden ini masih menjadi fokus utama publik. Spekulasi mengenai tabrak lari menguat setelah beberapa kesaksian warga menyebutkan adanya pengendara sepeda motor yang melaju dengan kecepatan tidak wajar sesaat setelah suara benturan terdengar.
Namun, aparat kepolisian bersikap sangat hati-hati. Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Widodo, menyatakan bahwa kecurigaan warga tersebut masih dalam tahap pendalaman. Pihaknya tidak ingin gegabah menetapkan status kasus sebelum bukti-bukti fisik berbicara.
“Kami sedang mengurutkan alur kejadian. CCTV yang merekam korban saat berkendara sudah di tangan, namun kami masih memburu rekaman dari sudut lain yang menangkap momen krusial saat kecelakaan terjadi,” jelas Widodo.
Penyelidikan Maraton Polsek Sunggal
Fokus penyelidikan kini terbelah pada dua kemungkinan: faktor teknis kendaraan yang menyebabkan kecelakaan tunggal, atau adanya interaksi fisik dengan kendaraan lain. Tim penyidik Polsek Sunggal secara maraton terus mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti digital guna memastikan posisi jatuh korban.
Kepergian Brigjen (Purn) Raziman Tarigan tidak hanya meninggalkan duka bagi korps kepolisian, tetapi juga menyisakan desakan bagi aparat untuk segera memberikan kepastian hukum. Apakah ini murni sebuah kecelakaan nahas, ataukah ada kelalaian pihak lain yang harus bertanggung jawab di muka hukum?

