MAUT DI TITI TERJUN! TRUK ODOL NGAMUK, MUNDUR HANTAM PENGENDARA – 2 TEWAS

Marelan | buser86.com

Peristiwa Tragis kembali mengguncang Kawasan Medan Utara. Sebuah truk Kontainer bermuatan diduga Over Kapasitas mengalami gagal menanjak di kawasan Jembatan Titi Terjun, Kecamatan Medan Marelan, Selasa, 28/04/2026, sekitar pukul 12.30 Wib.



Insiden mengerikan itu terjadi saat truk berkepala merah maroon bertuliskan Sri Baduka Maharaja dengan nomor Polisi BL  8212  ZK mencoba menanjak dari arah Marelan menuju Hamparan Perak. Namun nahas, kendaraan berat tersebut tidak kuat menanjak dan justru mundur tak terkendali, menghantam sejumlah kendaraan di belakangnya.



Warga sekitar, Anto, mengungkapkan kepanikan langsung terjadi di lokasi. “ Truknya gak sanggup naik karena muatan triplek berlebih. Mundur, dan banyak yang kena di belakang ”, ujarnya. “ Mati dua orang, yang lain luka parah dibawa ke rumah sakit ” tambah Anto.



Akibat kejadian tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia di tempat. Sementara beberapa korban lainnya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.



Informasi dari warga lain menyebutkan, kecelakaan terjadi tepat di dekat kawasan Perumahan Pesona Mini Malis. Beberapa korban bahkan disebut sempat terjepit di bawah kendaraan akibat kerasnya benturan saat truk mundur.

Peristiwa ini sontak membuat geger masyarakat dan menyebabkan arus lalu lintas di jalur tersebut sempat lumpuh total. Petugas pun harus bekerja Ekstra untuk mengevakuasi korban dan kendaraan yang terlibat.

RENTETAN KECELAKAAN, ALARM BAHAYA ODOL KEMBALI NYARING

Kecelakaan ini menambah daftar panjang insiden serupa yang melibatkan truk Over Dimension Over Load ( ODOL ) di kawasan Medan Utara.

Sebelumnya, kasus gagal menanjak juga terjadi di Jembatan Titi Pahlawan pada 17 April 2026. Bahkan, pada 14 April 2026, seorang mahasiswi tewas setelah ditabrak truk kontainer di kawasan Medan Labuhan. Tak hanya itu, insiden truk terbalik akibat kelalaian penguncian kontainer juga terjadi di Simpang Buaya, Kampung Salam.

Kondisi ini memicu Kemarahan dan Keresahan Nasyarakat. Mereka mendesak adanya Evaluasi total terhadap sistem Pengawasan Angkutan barang, terutama terkait kelayakan jalan, batas muatan, hingga standar keamanan seperti Twist Lock dan Chassis Locking.

Desakan Keras ke Pemerintah dan Organda
Masyarakat juga meminta pihak terkait, termasuk Organda Sumut dan Dinas Perhubungan, untuk bertanggung jawab dan tidak lagi membiarkan kendaraan tidak layak jalan beroperasi bebas.

“ Jangan sampai nyawa terus jadi korban. Ini jalan umum, bukan arena coba-coba ”, tulis salah satu warga di Media Sosial.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Organda Sumut belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.

Imbauan untuk Pengguna Jalan
Pengendara diimbau untuk selalu Berhati-hati, khususnya saat melintasi jalur tanjakan seperti Titi Terjun yang dikenal rawan kecelakaan. Sementara itu, tekanan Publik terhadap Penertiban truk ODOL kini semakin kuat, menuntut tindakan nyata sebelum korban berikutnya kembali berjatuhan.
( bembeng buser86.com/team )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *