Kunjungi Brigif 18/Trisula, Menko Polkam Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Cinta Tanah Air

SIARAN PERS NO. 52/SP/HM.01.02/POLKAM/2/2026

MALANG – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pembentukan prajurit elite harus ditempa melalui disiplin, profesionalisme, dan kesiapan tempur yang terus ditingkatkan setiap saat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada para perwira satuan jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Brigif 18/Trisula, Malang, Minggu (15/2/2026).

Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan bahwa Kostrad merupakan pasukan pemukul strategis yang digerakkan saat negara menghadapi situasi kritis. Karena itu, Brigif 18/Trisula sebagai bagian dari kekuatan inti Kostrad dituntut selalu siap tempur, bergerak cepat, dan memiliki daya gempur tinggi. “Kostrad bukan satuan biasa. Ini adalah pasukan strategis yang digerakkan saat negara berada dalam kondisi genting. Pasukan elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan saat menjelang adanya operasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun,” tegasnya.

Ia menambahkan, disiplin tinggi dalam setiap aktivitas menjadi fondasi utama pembentukan karakter prajurit yang tangguh dalam berbagai kondisi. Kesalahan kecil di medan tempur, menurutnya, dapat berujung pada kegagalan besar.

Menko Polkam juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kompeten, berkarakter, serta memiliki kecintaan kuat terhadap tanah air. Seorang pemimpin, kata dia, harus memahami kemampuan bawahannya dan terus mendorong peningkatan kapasitas satuan.

“Pasukan elite ditandai oleh pemimpin yang hadir di depan, bukan di belakang. Rantai komando harus tegas, jelas, dan dihormati seluruh anggota satuan. Kualitas satuan sangat ditentukan oleh kualitas para perwira yang memimpinnya. Di tengah dinamika dan eskalasi politik global yang sulit diprediksi, profesionalisme prajurit menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas nasional,” ujar Menko yang pernah menjabat sebagai Danbrigif Linud 18/Trisula ke-16 pada tahun 1992-1993.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai konflik global menjadi pelajaran penting agar bangsa Indonesia tetap kuat dan kompak. Prajurit, tegasnya, harus senantiasa mencintai tanah air dan bersinergi menjaga keutuhan bangsa, baik dari ancaman internal yang memecah belah persatuan maupun ancaman eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Brigif 18/Trisula karena pernah bertugas dan ditempa di satuan tersebut sebagai Kepala Staf Brigade dan Komandan Brigade. Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap prajurit Brigif 18/Trisula sebagai bagian inti kekuatan Divisi 2/Kostrad.

Selain peningkatan kemampuan tempur melalui latihan rutin, ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern sebagai bagian dari transformasi kekuatan pertahanan. “TNI tidak hanya harus unggul di medan perang, tetapi juga menguasai teknologi dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dampak kesejahteraan,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan Presiden, Menko Polkam menegaskan bahwa TNI harus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana banjir di Sumatera. Kehadiran prajurit dalam membantu masyarakat merupakan bukti nyata bahwa negara hadir dalam setiap kesulitan rakyat. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kekompakan dan bekerja sama menyukseskan berbagai program prioritas pemerintah, seperti SPPG, Sekolah Rakyat, Pengobatan Gratis, dan Koperasi Merah Putih, demi kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

Di akhir pengarahannya, Menko Polkam kembali menekankan pentingnya peningkatan profesionalitas melalui latihan dan kompetisi sehat antar-satuan. “Prajurit yang handal lahir dari kompetisi yang sulit. Dan yang utama tidak ada titik berhenti dalam pengabdian kepada negara. Sebelum tembakan salvo berbunyi, pengabdian seorang prajurit belum berakhir,” pungkasnya.

Kunjungan ini turut dihadiri Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi Kemenko Polkam, Panglima dan Kepala Staf Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Syaiful Sulun dan Brigjen TNI Septaviandi, Danbrigif 18/Trisula Letkol Inf Paulus Pandjaitan, serta jajaran perwira Divisi 2/Kostrad.

Humas Kemenko Polkam RI

Kasat Lantas Maju Tak Gentar “Makan Istri Kapolres” Berakhir Dicopot Dan Menunggu Peradilan

BAUBAU – Institusi Polri di Sulawesi Tenggara diguncang prahara moral yang memuakkan. Iptu JS alias Jajat Sudrajat, Perwira yang menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Baubau, resmi dicopot secara tidak hormat dari jabatannya setelah diduga kuat terlibat skandal perselingkuhan dengan istri atasannya sendiri—istri Kapolres Baubau.

Minggu (15/2/2026), menjadi saksi runtuhnya martabat seorang perwira yang memilih tunduk pada syahwat ketimbang sumpah jabatan. Kasus ini bukan sekadar gosip miring, melainkan tamparan telak tepat di wajah reformasi internal Polri.

Pengkhianatan di Lingkaran Pimpinan: Moralitas di Titik Nadir

Dugaan perbuatan asusila ini memicu gelombang kemarahan publik. Jajat, yang merangkak dari Bintara hingga meraih pangkat perwira, kini dituding sebagai aktor utama pengkhianatan etika yang menjijikkan. Sebagai Kasat Lantas, ia seharusnya menjadi cermin hukum, namun realitanya ia justru terperosok dalam “lembah kenikmatan” yang menghancurkan kehormatan institusi.

“Ini adalah bentuk pengkhianatan moral paling rendah! Bagaimana mungkin seorang bawahan menginjak-injak harga diri pimpinannya sendiri di dalam lingkup keluarga?” tegas seorang pengamat kepolisian.

Jeratan Pasal Berlapis: Pecat Tanpa Ampun!

Nasib Jajat kini berada di ujung tanduk. Tak ada ruang bagi kompromi. Pelanggaran berat terhadap Perpol Nomor 7 Tahun 2022 dan PP Nomor 2 Tahun 2003 telah menantinya. Publik menuntut satu kata: PEMECATAN!

Berikut adalah jeratan aturan yang siap menghantam Jajat:

  • PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat): Rekomendasi wajib bagi anggota yang mencederai martabat dan citra institusi secara fatal.
  • Pidana Perzinaan: Jika terdapat delik aduan, Pasal 284 KUHP siap menyeret sang mantan Kasat Lantas ke balik jeruji besi.
  • Sanksi Etik Berat: Pelanggaran terhadap norma hukum, agama, dan kesusilaan yang tak termaafkan.

Bola Panas di Tangan Kapolda Sultra

Kini, mata publik tertuju tajam pada Kapolda Sulawesi Tenggara. Apakah institusi berani bertindak tegas dan transparan, atau justru mencoba menutup-nutupi borok di tubuh sendiri? Masyarakat menegaskan bahwa hukum tidak boleh tumpul kepada rekan sejawat.

Karier belasan tahun yang dibangun dengan keringat, kini hancur lebur hanya karena kegagalan menjaga selangkangan. Ini adalah pelajaran pahit bagi seluruh anggota Polri: Bahwa pangkat tidak otomatis membawa martabat jika akhlak sudah tergadai.

Dunia kini menunggu: Apakah Jajat akan keluar dari gerbang Mapolda dengan status warga sipil yang terhina, ataukah kasus ini akan menguap begitu saja? Keadilan tidak boleh tebang pilih!

ANDI kakang akan melanjutkan perjuangan almarhum pak Ali Rahman.Andi Nyatakan Siap Maju Wakil Bupati Way Kanan 15 Februari 2026

WAYKANAN //wwwSumutbrantas id- Dinamika politik terkait kekosongan jabatan Wakil Bupati Way Kanan semakin menghangat. Kali ini, Andi Surya, seorang pengusaha sekaligus sepupu kandung dari Drs. Ali Rahman, yang menyatakan kesiapan dirinya untuk maju sebagai calon Wakil Bupati Way Kanan.

ANDI KAKANG siap maju untuk pemilihan wakil bupati WAY KANAN.

Dengan penuh keyakinan, Andi menegaskan komitmennya untuk meneruskan perjuangan almarhum Bupati Way Kanan, Ali Rahman, yang telah almarhum dan meninggalkan jejak pembangunan di Bumi Ramik Ragom.

“Sudah hampir setahun daerah kita tanpa seorang Bakil Bupati. Maka dari itu saya siap apabila diberikan amanah. Ini bukan sekedar soal jabatan, tetapi tentang melanjutkan perjuangan dan cita-cita almarhum untuk kemajuan Way Kanan,” menurut keterangan andi saat ditemui, Jumat (13/2/2026).

Pria yang akrab disapa “Andi kakang itu menegaskan, dirinya tidak ingin perjuangan yang telah dibangun almarhum hilang begitu saja. Menurutnya, berbagai program dan gagasan besar yang telah dirintis harus terus dijaga keberlanjutannya agar tidak terhenti di tengah jalan.

“Saya tidak ingin apa yang sudah dibangun dengan susah payah itu berhenti atau hilang begitu saja. Perjuangan itu harus diteruskan,” tegasnya.

Sebagai bagian dari keluarga besar Drs. Ali Rahman, Andi mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan meneruskan nilai-nilai perjuangan tersebut. Ia juga menilai, kesinambungan kepemimpinan menjadi hal penting agar stabilitas pemerintahan dan pembangunan tetap berjalan optimal.

Infrastruktur dan Sosial
Selain latar belakangnya sebagai pengusaha, Andi menyebut dirinya memahami pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya, Andi juga secara terbuka meminta dukungan dari berbagai pihak, baik keluarga besar, tokoh masyarakat, maupun partai-partai pengusung yang memiliki kewenangan dalam proses pengusulan calon Wakil Bupati.

“Saya memohon doa dan dukungan dari keluarga, masyarakat, serta partai pengusung. Semua keputusan tentu ada di tangan partai, namun saya siap apabila dipercaya,” katanya.

Munculnya Andi sebagai figur yang menyatakan kesiapan maju dipastikan akan menambah dinamika politik di Way Kanan. Kini, publik menantikan sikap resmi partai pengusung dan langkah lanjutan dalam proses pengusulan ke DPRD.

Apakah Andi akan menjadi sosok yang mendapat restu politik untuk melanjutkan tongkat perjuangan almarhum ali Rahman waktu yang akan menjawab yang terpenting niat tulus berkerja untuk memajukan masyarakat kabupaten way kanan untuk berdaya saing
Wwwsumutbrantas id. Kabiro
(Anton Barlian)

Malam Ini Kota Medan Dipenuhi Ribuan Obor Sambut Ramadhan 1447H

Medan, SUMATERA UTARA – Gemuruh takbir dan pendar cahaya dari ribuan bilah bambu yang terbakar menyulap suasana malam di jantung Kota Medan menjadi sebuah lautan api yang sarat akan nilai religius. Ribuan warga tumpah ruah memadati kawasan ikonik Masjid Raya Al-Mashun di Jalan Masjid Raya, Kecamatan Medan Maimun, guna menyambut fajar Ramadan 1447 H dengan tradisi pawai obor yang spektakuler.

Berdasarkan pengamatan tajam di lokasi, antusiasme masyarakat seolah tak terbendung hingga menciptakan kepadatan yang luar biasa di sepanjang Jalan Masjid Raya, mulai dari titik persimpangan Jalan Brigjen Katamso hingga mengular ke Jalan Sisingamangaraja. Guna menjamin keamanan peserta dan menjaga marwah perhelatan suci ini, pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan terpaksa melakukan sterilisasi total pada akses jalan tersebut. Tak satu pun kendaraan bermotor diperbolehkan melintas, karena setiap inci aspal telah menjelma menjadi ruang bagi para peserta yang berbaris rapi mengusung api syiar.

Ketua Panitia Pawai Obor Ramadan, Taufik Ismail, dalam orasi sambutannya menekankan betapa besarnya solidaritas umat pada penyelenggaraan tahun ini. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan ini didorong oleh energi kolektif dari puluhan organisasi masyarakat.

“Alhamdulillah, pada tahun ini tercatat ada 97 elemen pendukung yang terjun langsung menyemarakkan pawai obor. Kami selaku panitia menghaturkan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh rekan-rekan elemen pendukung. Kami juga memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam koordinasi di lapangan masih terdapat kekurangan yang dirasakan peserta maupun warga,” ungkap Taufik Ismail saat membuka secara resmi prosesi pawai di pelataran Masjid Raya Medan, Sabtu (14/02/2026) malam.

Rangkaian pawai dimulai secara simbolis tepat setelah jamaah menunaikan ibadah Salat Isya. Langkah kaki ribuan warga ini bergerak sinkron, membelah malam menuju arah Jalan Brigjen Katamso. Di balik keriuhan tersebut, tampak kesiapsiagaan penuh dari personel gabungan Dinas Perhubungan dan pihak kepolisian yang berjaga ketat di setiap simpul keberangkatan guna memastikan mobilitas massa tetap dalam koridor keamanan yang terjaga.

Dalam momen yang penuh khidmat tersebut, Taufik juga memanjatkan doa dan ucapan selamat menyambut bulan suci kepada seluruh partisipan. Ia berharap semangat yang terpancar dari nyala obor ini mampu merepresentasikan kesiapan batin umat Muslim dalam menjalani ibadah selama sebulan penuh.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, siyamana wa siyamakum. Semoga puasa kita semua diterima oleh Allah SWT,” tuturnya sembari menebar senyum kepada para peserta yang bersiap melakukan long march.

Menelusuri rute yang telah ditetapkan, para peserta berjalan kaki melintasi titik-titik strategis kota, mulai dari Jalan Brigjen Katamso, Jalan Pemuda, menyusuri Jalan Palang Merah, hingga menembus keramaian Jalan MT Haryono dan Jalan Cirebon. Strategi rute ini diambil untuk menyapa warga Medan secara lebih luas sekaligus menghidupkan suasana kota dengan nuansa islami yang kental.

Menyadari jarak tempuh yang cukup jauh, panitia telah menyediakan titik singgah atau pit stop utama yang berlokasi tepat di depan Hotel Soechi. Fasilitas ini diperuntukkan bagi peserta guna memulihkan stamina sebelum akhirnya mencapai garis akhir. Perhelatan akbar ini direncanakan akan ditutup dengan tausiah singkat yang menyejukkan hati, sebagai bekal spiritual bagi warga Medan sebelum memasuki hari pertama ibadah puasa Ramadan 1447 H.

Pelantikan Pengurus KORMI Sumut, Bobby Nasution Tegaskan Peran Olahraga Bangun Ekonomi

MEDAN // buser86

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengingatkan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut agar sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

Menurutnya, di negara-negara maju, olahraga tidak lagi sekadar hobi, melainkan telah menjadi ekosistem ekonomi yang mampu menghidupi banyak orang.

Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Theater Olahraga Masyarakat sekaligus Pelantikan Pengurus KORMI Sumut Periode 2025–2030, yang digelar di Adora Conventions Hall, Jalan Harmonika, Setia Budi, Medan, Jum’at (13/2/2026) malam.

GUBERNUR SUMATERA UTARA, M BOBBY NST

“Kita ingin di tahun 2045, olahraga menjadi salah satu sumber utama ekonomi baru. Mulai dari desa hingga provinsi, kegiatan olahraga harus bisa menggerakkan perputaran ekonomi lokal, seperti yang kita lihat di negara-negara maju,” ujar Bobby Nasution.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution juga mengapresiasi semangat luar biasa yang ditunjukkan para pengurus dan anggota KORMI Sumut. Ia menilai energi yang tampak pada kegiatan tersebut mencerminkan keseriusan untuk memajukan olahraga masyarakat di 33 kabupaten/kota se-Sumut.

“Semangat dari para pengurus adalah titik awal untuk membarakan api KORMI itu sendiri. Kalau pengurusnya sudah loyo dan malas-malasan, tidak mungkin kita bisa mengurus 50 induk organisasi olahraga (Inorga) yang ada. Ini kerja yang menggunakan pikiran dan hati, kerja yang tulus,” ujar Bobby.

Pengurus KORMI SUMUT

Bobby juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga serta mengingatkan agar tidak ada praktik “anak emas” dalam kepengurusan. Ia meminta agar kegiatan olahraga masyarakat diperbanyak dan pembangunan fasilitas olahraga melibatkan para ahli atau asosiasi yang kompeten.

“Jangan jalan sendiri-sendiri. Kalau mau bangun tempat senam, yoga, atau fasilitas lainnya, libatkan mereka yang paham agar hasilnya sesuai standar dan benar-benar bisa digunakan masyarakat,” tegasnya.

Terkait dukungan anggaran, Bobby menyampaikan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan kinerja KORMI sepanjang tahun 2026. “Jika progresnya bagus di tahun ini, anggaran 2027 akan kita tambah. Namun jika tidak maksimal, tentu akan ada evaluasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua KORMI Sumut yang baru dilantik, M. Daffasya Sinik, menyebutkan bahwa pelantikan tersebut dihadiri ribuan anggota KORMI dari seluruh Sumatera Utara. Ia menegaskan kesiapan KORMI Sumut menatap ajang nasional mendatang.

“Kami siap membangun SDM dan mempersiapkan seluruh kemampuan untuk menghadapi PORNAS 2027 di Palu. KORMI Sumut berkomitmen membesarkan olahraga masyarakat dan memberikan prestasi terbaik nantinya,” pungkas Daffasya.

Acara ini turut dihadiri Ketua Umum KORMI Nasional Adi Hakim serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(Red/Tim)

FOTO: Gubernur Sumut, Bobby Nasution menghadiri Pelantikan Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut di Adora Convention Hall, Jalan Harmonika Baru, Medan.

Kajati Sumut Lantik Kajari Medan Ridwan Sujana Angsar Dan 2 Asisten

Medan, buser86

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) Harli Siregar melantik Kepala Kejaksaan Negeri Medan (Kajari Medan) yang baru, Ridwan Sujana Angsar. Selain itu, Kajati juga melantik Asisten Tindak Pidana Khusus, Jhonny William Pardede dan Asisten Pemulihan Aset, Ronal Hasiholan Bakara.


“Kajari wajib memastikan bahwa kejari bukan sekedar penerus laporan, melainkan pusat penyelesaian masalah hukum masyarakat di daerah,” ucap Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut), Harli Siregar di Aula Cipta Kerta lantai III, Kejati Sumatera Utara, Rabu (4/2/26).

Harli menginstruksikan kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, agar dapat menjalankan tugas dan fungsi dengan baik. Ia mengatakan pemulihan kerugian negara inti dari penegakan hukum.

“Saya tegaskan bahwa pemulihan kerugian negara adalah inti dari penegakan hukum yang berkeadilan, penegakan hukum tidak boleh berhenti pada pemidanaan pelaku, tetapi harus mampu mengembalikan aset hasil kejahatan kepada negara dan masyarakat,” tandasnya.

Untuk diketahui, Ridwan Sujana Angsar menggantikan Fajar Syah Putra, yang dipromosikan sebagai Kabag TU dan Pengamanan Jampidmil Kejaksaan Agung R.I.

Ridwan Sujana Angsar, sebelumnya menjabat sebagai kepala subdirektorat penyidikan tindak pidana khusus lainnya dan tindak pidana pencucian uang pada direktorat penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung R.I.

Kemudian, Jhonny William Pardede menggantikan Mochamad Jefry yang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kasubdit Monev pada Direktorat Pengendalian Operasi pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan R.I.

Sementara, Ronal Hasiholan Bakara menggantikan Ali Akbar yang saat ini mendapat penugasan baru di luar institusi Kejaksaan untuk menduduki jabatan Struktural Eselon II di Kementerian Pedesaan RI. Ronal sendiri sebelumnya diketahui menjabat sebagai Kajari Kota Kendari.

Willyam Pasaribu

Gandeng Stakeholder, Rutan Kelas I Medan Kembali Berikan Penyuluhan Hukum bagi Tahanan

Medan, buser86

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan hukum terhadap warga binaan dengan menggandeng berbagai stakeholder. Kali ini, Rutan Kelas I Medan bekerja sama dengan PS & PARTNERS LAW FIRM Advokat & Legal Consultant menggelar kegiatan penyuluhan dan pemaparan hukum bagi para tahanan, Jumat (06/02/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Rutan Kelas I Medan, beralamat di Jalan Lembaga Pemasyarakatan No.12, Kampung Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, ini menyasar warga binaan yang masih berstatus terdakwa dan belum memperoleh putusan pengadilan, khususnya yang tersandung perkara tindak pidana korupsi (tipikor) dan narkotika.

Penyuluhan hukum tersebut bertujuan memberikan pemahaman hukum yang menyeluruh, sekaligus meningkatkan kesadaran hukum warga binaan dalam menghadapi proses peradilan yang tengah dijalani, agar hak-hak hukum mereka tetap terlindungi sesuai ketentuan perundang-undangan.

Acara diawali dengan pemaparan profil PS & PARTNERS LAW FIRM yang disampaikan langsung oleh Adv. Paulus Peringatan Gulo, S.H., M.H., selaku pimpinan kantor hukum. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa advokat memiliki peran strategis sebagai penjaga dan pengawal keadilan yang harus hadir di tengah masyarakat, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan.

“Setiap warga negara, termasuk warga binaan, memiliki hak hukum yang wajib dijamin oleh negara. Advokat hadir untuk memastikan hak-hak tersebut tidak diabaikan,” tegas Paulus.

Materi hukum terkait perkara narkotika disampaikan oleh Senior Advokat Itoloni Gulo, S.H., yang menguraikan secara rinci proses hukum, hak tersangka dan terdakwa, serta dampak dan konsekuensi hukum dari tindak pidana narkotika. Ia menekankan pentingnya pemahaman hukum agar warga binaan tidak salah langkah dalam menjalani proses hukum.

Sementara itu, materi tindak pidana korupsi (tipikor) dipaparkan oleh Senior Advokat Famati Gulo, S.H., M.H., dengan penjelasan mendalam mengenai mekanisme penanganan perkara tipikor, sistem pembuktian, serta hak-hak hukum yang melekat pada terdakwa dalam proses persidangan.

Guna memperkuat pemahaman peserta, sesi diskusi dan tanya jawab dipandu oleh Asisten Advokat PS & PARTNERS LAW FIRM, Silsilah Halawa, yang membuka ruang dialog aktif. Para warga binaan tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan dan persoalan hukum yang sedang mereka hadapi.

Di sisi lain, kegiatan ini turut didampingi oleh Julius Giawa, selaku Pimpinan Redaksi Krimsusnewstv.id, untuk memastikan proses dokumentasi, pemberitaan, dan publikasi berjalan secara profesional, objektif, dan berimbang.

Secara keseluruhan, kegiatan penyuluhan hukum ini berlangsung tertib, aman, dan penuh antusiasme. Melalui kegiatan ini, PS & PARTNERS LAW FIRM berharap dapat terus berkontribusi nyata dalam upaya penegakan hukum, perlindungan hak asasi manusia, serta peningkatan kesadaran hukum di lingkungan pemasyarakatan.

Willyam Pasaribu

KAJARI BELAWAN DAN PT. KAI DIVRE I SUMATRA UTARA TEKEN KERJASAMA BIDANG DATUN

Medan | buser86.com

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari ) Belawan Dr. Yusuf Darmaputra, SH, MH didampingi Kepala Seksi ( Kasi ) Perdata dan Tata Usaha Negara Bayu Esha Wirana,SH dan para Jaksa Pengacara Negara ( JPN ) melaksanakan penandatangankerja sama dengan Pejabat PT. Kereta Api Indonesia ( KAI ) Divre I Sumatera Utara, Selasa ( 10/2/2026 ).

Hal ini dikutip dari media Instagram Kejari Belawan.

PT.KAI DIVRE I SU DAN KEJAKSAAN BEGERI BELAWAN MELAKUKAN PENANDATANGAN KESEPAKATAN BERSAMA

Penandatangan kerjasama tersebut dilakukan Kajari Belawan Dr. Yusuf Darmaputra, SH, MH dan Kepala PT. KAI Divre I Sumut Sofan Hidayat.Kerjasama tersebut bertujuan memperkuat sinergi PT. KAI Divre I Sumut dan Kejari Belawan khususnya dalam memberikan pertimbangan,pendampingan serta perlindungan hukum atas setiap langkah strategis dibidang Perdata dan Tata Usaha Negara ( Datun ).

Kepala PT. KAI Divre I Sumut Sofan Hidayat, menyampaikan bahwa kesepakatan ini menjadi komitmen dalam menerapkan tata kelola yang baik “, Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan kepastian hukum sekaligus memperkuat fondasi tata kelola yang transparan,akuntabel dan berintegrasi di lingkungan PT. KAI Divre I Sumut ” ujarnya.

Sementara itu, Kajari Belawan Dr. Yusuf Darmaputra, mengatakan melalui kerjasama tersebut senantiasa menjadi pihaknya membantu PT. KAI Divre I Sumut dalam penanganan permasalahan hukum dibidang Datun,ucapnya. ( bembeng buser86/team )

Tim Reaksi Cepat (TRC) Kota Medan Peringati Anniversary Yang Ke 1 Tahun

Medan, buser86

Tim Reaksi Cepat Kota Medan Peringati Anniversary Yang Ke 1 Tahun, Rabu (11/2/2026).

Demikian Dikatakan Katim TRC Kota Medan Reza Wahyudi Di Royal Kopi Tembung Saat Acara Perayaan Ulang Tahun Dengan Menyanyikan Lagu Selamat Ulang Tahun, Potong Kue, Suap Suapan Kue Bersama Pengurus Dan Anggota.

Diharapkan Kehadiran Tim Reaksi Cepat Kota Medan Bisa Membuat Rasa Aman Dan Nyaman Bagi Masyarakat Kota Medan

Sekretaris TRC Kota Medan Willyam Pasaribu Juga Mengatakan Tim Reaksi Cepat Kota Medan Sebagai Mitra Kamtibmas Polri Harus Bisa Menjadi Teladan Untuk Masyarakat, Dan Dapat Membantu Polisi Dalam Menangkap Para Pelaku Kejahatan Yang Suka Meresahkan Masyarakat.

Harapan nya Pemerintah Kota Medan Harus Sangat Mendukung Kehadiran TRC Kota Medan Sebagai Mitra Kepolisian, Karena Sangat Membantu Pemerintah Untuk Menyelesaikan Segala Persoalan Keamanan Dan Ketertiban Masyarakat.

Dan Saya Juga Berharap Dengan Kehadiran TRC Kota Medan Bisa Membuat Para Pelaku Kejahatan Di Kota Medan Bertobat Dan Kembali Ke Jalan Yang Benar, Ujarnya

Willyam Pasaribu

Sukses Digelar, Promosi Budaya Guangxi Pererat Kerja Sama Pariwisata Indonesia–Tiongkok

Jakarta, buser86

Kegiatan Guangxi Culture and Tourism Promotion digelar di Sheraton Gandaria, Jakarta, Kamis (5/2/2026). Acara ini menampilkan kekayaan budaya Guangxi sekaligus menjadi upaya memperkuat kerja sama pariwisata dan kebudayaan antara Indonesia dan Tiongkok.

Sejumlah pemangku kepentingan di bidang pariwisata dan hubungan internasional hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Indonesia, hadir Yulia, Direktur Pemasaran Pariwisata Internasional kawasan Asia, Australia, dan Oseania Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; Zhou Weiliang, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PERPIT); Artha Hanif, Ketua Umum Alliance of The Indonesian Tour & Travel Agency (AITTA); Rina Darmawan, Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) DKI Jakarta; serta Hendra Eker, Kepala Bidang Inbound dan Domestik Dewan Pimpinan Pusat ASITA.

Dari pihak Tiongkok, hadir Wang Siping, Counselor Bidang Kebudayaan Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Indonesia; Li Pan, Direktur Kantor Informasi Pemerintah Rakyat Daerah Otonom Guangxi Zhuang; serta Lin Lin, Wakil Kepala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Otonom Guangxi Zhuang. Acara ini juga dihadiri perwakilan asosiasi pariwisata, pelaku industri perjalanan, perusahaan pariwisata Guangxi, serta media.

Dalam kegiatan tersebut, Lisa Li, Director of Sales Guilin Tianyuan International Travel Service Co., Ltd., tampil sebagai pembicara. Ia menekankan pentingnya budaya sebagai dasar penguatan hubungan antarnegara.

“Dengan budaya kita jadikan jembatan,” kata Lisa Li. Menurut dia, pertukaran budaya dan pariwisata dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Guangxi sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan di sektor pariwisata.

Rangkaian acara juga diisi dengan pameran hasil karya budaya dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Guangxi, yang menampilkan kerajinan tradisional dan produk kreatif. Selain itu, para tamu disuguhkan pertunjukan tarian budaya khas Guangxi.

Kegiatan ini turut didukung Chongzuo Media Convergence Center dan Guangxi Zuojiang Culture Media Co., Ltd., yang menampilkan presentasi visual bertema New Zuojiang, New National Trend sebagai bagian dari promosi budaya Guangxi.

Salah satu peserta, Melda Rina, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai acara ini memberikan pengalaman budaya yang menarik sekaligus membuka wawasan.

“Pameran karya budaya, produk UMKM, dan pertunjukan tari yang ditampilkan sangat menarik. Kegiatan ini membantu kami memahami kekayaan budaya Guangxi sekaligus melihat potensi kerja sama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, penyelenggara berharap terjalin kerja sama yang lebih luas di bidang pariwisata dan kebudayaan, sekaligus mendorong pertukaran wisatawan antara Indonesia dan Tiongkok.

Willyam Pasaribu