Pukulan Telak Bagi Trump: Mahkamah Agung AS Batalkan Kebijakan Tarif Global, Dinilai Lampaui Wewenang

WASHINGTON _ Dunia perdagangan internasional diguncang oleh keputusan bersejarah dari lembaga peradilan tertinggi di Amerika Serikat. Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat secara resmi membatalkan serangkaian kebijakan tarif global yang menjadi instrumen utama kebijakan ekonomi Presiden Donald Trump, Jumat (20/2/2026). Dalam putusan yang sangat dinanti tersebut, MA secara tegas menyatakan bahwa Trump telah melampaui kewenangan konstitusionalnya sebagai presiden dengan memberlakukan tarif tersebut secara sepihak tanpa persetujuan eksplisit dari Kongres.

Keputusan ini menjadi tamparan keras bagi agenda “America First” yang diusung Trump. Selama ini, tarif merupakan “senjata” diplomatik dan ekonomi utama yang digunakan Trump untuk menekan mitra dagang global agar mengikuti kemauan Washington. Namun, dominasi hakim konservatif di MA ternyata tidak menjadi jaminan bagi Trump, setelah para hakim memutus perkara tersebut dengan suara mayoritas enam banding tiga.

Interpretasi IEEPA: Batasan Kekuasaan Presiden

Inti dari sengketa hukum ini terletak pada penafsiran Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (International Emergency Economic Powers Act/IEEPA). Selama masa jabatannya, Trump kerap menggunakan payung hukum darurat ini sebagai dasar untuk menetapkan tarif terhadap hampir seluruh mitra dagang AS dengan dalih keamanan nasional dan alat negosiasi.

Namun, mayoritas hakim Mahkamah Agung menolak argumentasi tersebut. Dalam amar putusannya, MA menyatakan bahwa IEEPA tidak memberikan mandat kepada presiden untuk menetapkan tarif secara sepihak dan luas. Hakim menegaskan bahwa jika Kongres berniat memberikan kekuasaan tarif yang luar biasa melalui IEEPA, hal itu seharusnya dinyatakan secara tersurat.

“Seandainya Kongres bermaksud untuk memberikan kewenangan yang berbeda dan luar biasa untuk mengenakan tarif melalui IEEPA, mereka akan melakukannya secara eksplisit, seperti yang selalu mereka lakukan dalam undang-undang tarif lainnya,” bunyi penggalan kutipan putusan yang dibacakan pada Jumat waktu setempat, sebagaimana dikutip dari AFP.

Pengecualian Bagi Meksiko, Kanada, dan China

Meskipun putusan ini membatalkan tarif global yang bersifat menyeluruh, MA memberikan pengecualian terhadap beberapa kebijakan tarif spesifik. Putusan ini tidak berlaku bagi serangkaian bea masuk yang menargetkan Meksiko, Kanada, dan China, yang diberlakukan khusus oleh pemerintahan Trump terkait isu aliran narkoba ilegal dan pengendalian imigrasi.

Selain itu, putusan ini juga tidak memengaruhi bea masuk khusus sektor yang telah dikenakan terhadap impor baja, aluminium, serta berbagai barang lainnya yang menggunakan dasar hukum berbeda. Meski demikian, pembatalan tarif global ini tetap dipandang sebagai kemenangan besar bagi para importir dan perusahaan multinasional yang selama ini terbebani oleh kenaikan biaya akibat perang dagang yang dipicu Trump.

Memperkuat Putusan Pengadilan Rendah

Langkah Mahkamah Agung ini sebenarnya memperkuat temuan hukum yang sudah ada sebelumnya. Pada Mei tahun lalu, pengadilan perdagangan tingkat rendah juga telah memutuskan bahwa Trump melampaui wewenangnya dengan memberlakukan pungutan secara menyeluruh. Kala itu, pengadilan sempat memblokir sebagian besar pungutan, namun pelaksanaannya tertunda karena pemerintah mengajukan banding.

Dengan adanya putusan MA ini, celah hukum bagi Trump untuk menggunakan IEEPA sebagai alat perang tarif global kini telah tertutup. Para ahli hukum menilai hal ini sebagai langkah penting dalam menjaga keseimbangan kekuasaan (checks and balances) antara lembaga eksekutif dan legislatif di Amerika Serikat.

Dunia usaha kini tengah mencermati respons dari Gedung Putih. Meski penyelidikan formal yang berpotensi memicu tarif sektoral baru masih terus berproses di tingkat pemerintahan, keputusan MA ini secara otomatis memaksa tim ekonomi Trump untuk merumuskan ulang strategi perdagangan luar negeri mereka agar tidak lagi berbenturan dengan konstitusi.

KEPALA KEJAKSAAN NEGERI BELAWAN, Dr. YUSUF DARMAPUTRA, S.H., M.H.,MENYAMBUT BAIK SILTURRAHMI PENGURUS FORUM KOMUNIKASI WARTAWAN KEJAKSAAN ( FORWAKA ) BELAWAN.

Belawan | buser86

Kajari Belawan mendukung penuh Program-program yang akan dilaksanakan FORWAKA Belawan sebagai mitra Strategis Kejari Belawan dalam memberitakan hal-hal yang positif di Tengah-tengah masyarakat Kota Medan khususnya di Medan Utara.

Silahturahmi FORWAKA Kepda KAJARI BELWAN Dr. YUSUF DARMAPUTRA, S.H., M.H.,

Demikian poin utama yang terungkap dalam Audiensi Pengurus FORWAKA Belawan bersama Kejari Belawan di dampingi Kepala Seksi Intelejen Kejaksaan Negeri Belawan Daniel Setiawan Barus, SH di ruang Kejari Belawan Jl. Raya Pelabuhan No. 2 Kel Bagan Deli Medan Belawan. Kamis, 19 – 02 – 2026.

Audiensi dipimpin langsung Ketua FORWAKA Belawan Budi Yanto, SH Bersama beberapa Pengurus anatara lain, Erwin Tambunan ( Sekretaris ), Ricki ( Bendahara ),,Muhammad Maskur ( Wakil Sekretaris ) dan Awal Yatim ( Penasehat ).

Budi Yanto menjelaskan bahwa FORWAKA merupakan Wadah dari beberapa Wartawan di Medan Utara yang Konsen terhadap Masalah-masalah Hukum dan Social. Budi juga berharap FORWAKA dapat menjadi corong bagi masyarakat untuk menyampaikan Keluhan-keluhana terhadap Kejari Belawan.

“ Kami berharap FORWAKA dapat menjadi mitra Strategis dalam meyampaikan Aspirasi masyarakat terkait permaslahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat “, ujarnya.

Awal Yatim menambahkan bahwa permaslahan di Medan Utara khususnya di Kota Belawan sangat banyak, terutama tawuran, sehingga perlu sinergi yang kuat antara instansi khususnya Kejaksaan Negeri Belawan dengan FORWAKA.

“ Kami Berharap Hubungan Antara Kejari Belawan dan Wartawan Yang Tergabung di FORWAKA Dapat Berjalan Dengan Baik dan Berkelanjutan, karena di Belawan Begitu Banyak Masalah Yang Membutuhkan Sinergi dan Energi Yang Kuat Untuk Mengatasinya ” ujarnya.

Karenanya FORWAKA sangat berharap dukungan dari pihak Kejari Belawan untuk merealisasikan Program-program kerja FORWAKA di kemudian hari dan seterusnya. FORWAKA juga menegaskan komitmen ingin ikut berperan dalam menyukseskan program kerja Kejari Belawan, lewat keahlian dan pengalaman yang dimiliki oleh seluruh unsur pengurus maupun anggota di dalamnya.

Sementara itu, Kejari Belawan Yusuf Darmaputra mengaku pihaknya siap mendukung penuh program kerja dari FORWAKA Belawan dan menjadikan FORWAKA Belawan sebagai corong bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan kepada Kejari Belawan, sehingga aspirasi masyarakat dapat tersalurkan dengan baik.

“ Kami Berharap FORWAKA Menjadi Corong Bagi Masyarakat Dalam Menyampaikan Aspirasi Kepada Kami ” ujar Kejari Belawan. Dalam kesempatan itu, Kejari Belawan juga menyampaikan tentang kondisi jalan di jalan Raya Pelabuhan yang rusak parah kepada FORWAKA Belawan. Beliau menyampaikan telah meminta Pelindo untuk segera melakukan perbaikan jalan tersebut, karena kondisinya yang sangat memperihatinkan dan telah makan banyak korban.

Audiensi yang berlangsung secara formal namun penuh keakraban yang sesekali di isi dengan candaan dari pengurus FORWAKA Belawan.

Foto bersama antara pengurus FORWAKA dan Kejari Belawan Bersama Kasi Intel

Maruli Malau Pimpin Depicab Soksi Binjai Periode 2022 – 2027

Binjai – Ketua Depidar Soksi Sumut Sangkot Sirait S. Sos didampingi oleh sejumlah pengurusnya pada Senin (16/2/2026) resmi mengukuhkan kepengurusan Depicab Soksi Binjai yang bertempat di Kantor DPD Golkar Kota Binjai.

Kepengurusan Depicab Soksi Kota Binjai yang dipimpin oleh Maruli Malau ini dihadiri oleh Ketua DPD Golkar Kota Binjai H. Noor Syah Alam ST atau yang akrab disapa H. Kires yang juga mantan Ketua DPRD Kota Binjai.

Dalam pengukuhan itu, terlihat juga dilakukan tapung tawar kendaraan operasional Soksi Kota Binjai. Saat pengukuhan Soksi Kota Binjai itu Ketua Depidar Soksi Sumut Sangkot Sirait meminta agar Ketua yang dikukuhkan dapat menjalin kerjasama dengan seluruh stakeholder yang ada di Kota Binjai terutama dengan seluruh elemen organisasi yang berada di bawah Partai Golkar seperti MKGR, AMPG, AMPI, maupun yg diluar Partai Golkar seperti Pemuda Karya Nasional.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Kota Binjai H. Kires dalam hal ini mengatakan semoga Soksi dibawah kepemimpinan Ketua Maruli Malau dapat menjadi Soksi yang cukup disegani di Kota Binjai ini, ujar H. Kires.

Acara pengukuhan itu berakhir dengan dilakukannya photo bersama dengan Ketua terpilih didampingi pengurus dan juga Ketua Soksi Sumut serta Ketua Golkar Kota Binjai.

Polda Sumut Pastikan Perayaan Imlek 2026 di Sumatera Utara Berlangsung Aman dan Kondusif

Medan – Polda Sumatera Utara meningkatkan pengamanan dalam rangka perayaan Hari Raya Imlek 2026 guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah Sumatera Utara, Selasa (17 Februari 2026).

Pengamanan difokuskan pada rumah ibadah seperti vihara dan klenteng yang menjadi lokasi utama pelaksanaan sembahyang dan perayaan umat Tionghoa. Polres jajaran di masing-masing daerah bertanggung jawab langsung melakukan penjagaan serta pengaturan arus lalu lintas di sekitar lokasi ibadah.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut Kombes Pol Ferry Walintukan mengatakan pengamanan dilakukan secara terkoordinasi dengan mengedepankan langkah preventif dan humanis.

“Pengamanan difokuskan di Polres jajaran. Polda bersifat membackup apabila dibutuhkan tambahan personel. Kami memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Selain menempatkan personel di lokasi ibadah, kepolisian juga melakukan sterilisasi area sebelum pelaksanaan ibadah serta patroli rutin di titik-titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polda Sumut mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan harmonis, sehingga perayaan Imlek 2026 dapat berlangsung khidmat, tertib, dan penuh sukacita.

Ratusan Siswa SMK HKBP Sidikalang Dairi Diduga Keracunan MBG

Dairi, buser86.com

Ratusan siswa SMK HKBP Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Para siswa itu pun terpaksa dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan, untuk memperoleh penanganan medis, Selasa (10/2/2026).

Pantauan wartawan, siswa dirawat di RSUD Sidikalang, UPT Puskesmas Hutarakyat, dan Klinik Katolik.

siswa SMK HKBP Sidikalang yang mendapatkan perawatan di Rumah Sakit.

Informasi dihimpun, beberapa siswa telah mengalami muntah, diare, pusing, setelah mengonsumsi MBG pada Senin (9/2/2026).

Pada Selasa (10/2/2026) pagi, beberapa siswa kembali mengalami gejala serupa, dan berlanjut, hingga jumlahnya diduga ratusan.

“Karena semakin banyak, pak Kepala Sekolah pun menugaskan para guru untuk membawa dan membagi siswa ke beberapa rumah sakit terdekat,” kata sumber, minta namanya dirahasiakan.

Ditambahkan, karena peristiwa itu, menu MBG Selasa (10/2/2026), tidak lagi dikonsumsi para siswa.

Supervisor dapur penyedia MBG, mengaku bermarga Siregar, dikonfirmasi di SMK HKBP membantah dugaan keracunan MBG dimaksud.

“Ada 124 pengantaran kami. Ada tiga ribu penerima manfaat. Kalau memang karena keracunan MBG, kenapa yang lain tidak. Menunya sama semua,” kata Siregar.

Terpisah, Kordinator BGN Wilayah Dairi Pahlawan Nasution dikonfirmasi Ogenews.com lewat WhatsApp terkait peristiwa dimaksud, belum memberi tanggapan.

Willyam Pasaribu

Buka Pasar Murah Imlek, Walikota Medan Rico Waas: Medan Adalah Simbol Keberagaman Indonesia

Medan, buser86.com

Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tahun 2026, Pemko Medan menyelenggarakan Pasar Murah di dua titik strategis, yakni di Kecamatan Medan Area (Kelurahan Sei Rengas II) dan Kecamatan Medan Deli (Kelurahan Kota Bangun).

Pasar murah yang berlangsung selama lima hari itu secara resmi dibuka Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, di lapangan Barasokai, jalan Rahmadsyah, Kec. Medan Area, Senin (9/2/2026).

Wali Kota Medan, RICO TRIPUTRA BAYU WAAS

Melalui pasar murah ini juga, Rico Waas berharap dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari khususnya dalam menyambut tahun baru Imlek.

“Semoga langkah ini dapat meringankan beban ekonomi masyarakat, sehingga masyarakat dapat merayakan Imlek dengan berbahagia bersama keluarga yang dicintai,”kata Rico Waas.

Di momen itu, Rico Waas, tidak hanya bicara soal ekonomi, tetapi juga memberikan pesan menyentuh tentang pentingnya menjaga “kehangatan” ditengah perbedaan.

Orang nomor satu di Pemko Medan itu menegaskan bahwa Kota Medan adalah simbol keberagaman yang nyata. Dengan populasi masyarakat Tionghoa mencapai 10-11%, Medan menjadi kota di bagian barat Indonesia yang sangat majemuk.

​”Kalau mau melihat kota yang begitu beragam sebagai simbolnya Indonesia, lihatlah Kota Medan. Kita hidup dengan toleransi, saling menyayangi, dan melindungi. Itulah sejatinya Indonesia,” ujar Rico Waas.

​Rico Waas juga mengatakan jargon “Medan Untuk Semua, Semua Untuk Medan” merupakan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap umat beragama merasa aman dan memiliki kota ini seutuhnya.

“Kami memastikan keamanan dan perlindungan bagi seluruh umat beragama yang ada di Kota Medan, karena itulah makna sejati dari Medan Untuk Semua, dan Semua Untuk Medan,”Bilang Rico Waas.

​Menariknya, Rico Waas juga menyoroti fenomena sosial di tahun 2026, dimana teknologi seringkali membuat jarak meski raga berdekatan. Menurutnya, momen Imlek harus menjadi ajang untuk kembali berkumpul secara fisik, bukan sekadar melalui layar ponsel.

​”Sekarang berkumpul itu jadi barang mewah. Kadang kita malas, cukup video call saja. Padahal, bangsa kita kuat karena gotong royong dan kebersamaan, bukan individualis,” tutur Rico Waas.

Maka dari itu, pria berkacamata yang terkenal humble dengan semua orang ini pun mengimbau para Camat untuk mendata orang tua yang tinggal sendirian agar tetangga dan lingkungan sekitar memberikan perhatian lebih saat perayaan Imlek nanti.

“Saya juga menitipkan pesan kepada Pak Camat untuk mendata orang tua yang merayakan Imlek sendirian. Berikanlah perhatian, ajak tetangga untuk mengunjungi mereka. Itulah bagian dari pelayanan Kota Medan,”pesan Rico Waas.

​Menutup sambutannya, Rico Waas memberikan harapan optimis terkait shio Kuda Api ditahun 2026 ini.

“Kuda itu larinya kencang, gagah, dan penuh semangat. Apalagi ada unsur apinya. Kita berharap semangat ini membawa Kota Medan lari semakin kencang lagi dalam pembangunan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Plt Kadis Koperasi UKM Perindag Kota Medan, Citra Effendi Capah dalam laporannya menjelaskan pasar murah menyambut Tahun Baru Imlek ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat Kota Medan, khususnya etnis Tionghoa dalam memenuhi ketersediaan barang kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan nasional, serta sebagai upaya dalam pengendalian inflasi di Kota Medan.

Dikatakan Citra, pasar murah ini digelar di 2 titik berbeda yaitu di Kelurahan Sei Rengas II Kecamatan Medan Area dan Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli dan berlangsung selama lima hari dari tanggal 9 hingga 13 Februari 2026.

“Untuk masyarakat yang berada di Kecamatan Medan Labuhan, Medan Marelan, dan Medan Belawan dapat berbelanja di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli. Sedangkan untuk yang berada di Kecamatan Medan Kota, Medan Tembung dan sekitarnya dapat berbelanja di Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area,” paparnya.

Pasar murah ini menjual sedikitnya 8 jenis kebutuhan pokok seperti beras dengan kualitas medium, gula pasir, telur, tepung terigu, kacang kupas, mentega, minyak goreng, dan sirup.

Adapun harga kebutuhan pokok yang dijual di pasar murah setelah disubsidi oleh Pemko Medan diantaranya beras medium Rp 12.100/ kg (harga pasar Rp 15.500/ kg), Gula Pasir Rp 15.000/ kg (harga pasar Rp 17.500/ kg), Tepung Terigu Rp 8.740/ kg (harga pasar Rp 10.500/ kg), Telur Rp 1.350/ butir (harga pasar Rp 1.900/ butir) dan Kacang Tanah Kupas Rp 30.400/ kg (harga pasar Rp 34.000/ kg).

Kemudian, Minyak Sania 1 Ltr Rp 17.700/ liter (harga pasar Rp 20.500/ liter), Margarine “Palmia” 200 gram Rp 6.400/ pcs (harga pasar Rp 9.500/ pcs), Sirup ST Standard Quality 430 ml Rp 17.000/ botol (harga pasar Rp 18.300/ botol), Sirup ST Raspberry 630 ml Rp 18.667/ botol (harga pasar Rp 22.000/ botol) dan Sirup PP Standard Quality 520 ml Rp 19.500/ botol (harga pasar Rp 21.000/ botol).

Willyam Pasaribu

Cipayung Plus Sumut Evaluasi Setahun Kepemimpinan Wali Kota Medan, Ancam Aksi Lebih Besar

Medan, buser86.com

Aliansi Cipayung Plus Sumatera Utara menggelar konferensi pers di Sekretariat GMNI, Jalan Kejaksaan, Sabtu (14/2), sebagai bentuk evaluasi sekaligus penegasan atas tuntutan yang sebelumnya disuarakan dalam aksi di Kantor Wali Kota Medan pada Kamis (12/2/2026).

Aliansi yang terdiri dari PMII, PMKRI, KAMMI, IMM, GMNI, dan GMKI itu menyatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari evaluasi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas. Mereka menilai, dalam kurun waktu tersebut belum terlihat perbaikan signifikan dalam tata kelola pemerintahan Kota Medan.

Aliansi Cipayung Plus Sumut

Dalam pernyataan resminya, Cipayung Plus Sumut bahkan menyebut kondisi pemerintahan saat ini sebagai “krisis kepemimpinan”. Menurut mereka, berbagai persoalan mendasar, mulai dari pelayanan birokrasi, penataan kota, hingga transparansi kebijakan,belum menunjukkan arah pembenahan yang jelas.

Aliansi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah. Mereka mendesak Pemerintah Kota Medan agar lebih responsif terhadap kebutuhan publik dan mampu menghadirkan kebijakan yang berpihak pada masyarakat luas.

Ketua DPD GMNI Sumatera Utara, Armando, menegaskan bahwa gerakan mahasiswa tidak akan berhenti pada konferensi pers semata. Jika tuntutan tidak direspons secara serius, mereka siap menggelar aksi lanjutan dengan massa yang lebih besar.

“Kami akan terus mengawal tuntutan ini. Aksi dengan massa yang lebih besar akan digelar apabila tuntutan kami tidak dipenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua PMKRI Sumut, Sintong Sinaga, menyatakan bahwa dari sembilan tuntutan yang diajukan, satu poin saja sudah dianggap menjawab substansi keseluruhan tuntutan, yakni mundurnya Wali Kota Medan dari jabatannya.

“Jika hanya sebagian tuntutan yang dipenuhi, satu saja sudah cukup, yaitu Wali Kota Medan mundur. Karena menurut kami, lemahnya birokrasi, ketimpangan pembangunan, maraknya korupsi, monopoli bisnis, serta tidak terjaganya iklim investasi merupakan bentuk kegagalan kepemimpinan,” ujarnya.

Sintong juga menyoroti kebijakan mendatangkan aparatur sipil negara (ASN) dari luar daerah. Ia menilai langkah tersebut mencerminkan kegagalan kaderisasi internal di lingkungan Pemerintah Kota Medan.

“Banyak ASN di Pemko Medan yang kompeten, tetapi justru dilakukan impor dari luar daerah. Ini menunjukkan tidak adanya kepercayaan terhadap sumber daya internal,” katanya.

Di sektor usaha, Cipayung Plus Sumut turut menyoroti dugaan praktik “konsultan titipan” dalam pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim). Mereka menilai praktik tersebut sebagai bentuk pungutan liar terstruktur yang berpotensi membunuh investasi lokal karena pelaku usaha kecil dipaksa mengikuti jaringan informal yang tidak transparan.

Selain itu, aliansi Cipayung Plus sumut mengutuk keras tindakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perkimcikataru yang melakukan pembongkaran tiang reklame secara brutal tanpa koordinasi perpajakan dinilai sebagai bentuk arogansi kekuasaan yang mencederai kepastian hukum bagi pelaku usaha.

“Medan hari ini tidak ramah terhadap investor lokal dan tidak adil bagi pelaku UMKM,” tegas Cipayung Plus

Melalui konferensi pers ini, Cipayung Plus Sumut menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan Kota Medan demi terwujudnya tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Willyam Pasaribu

Tim Reaksi Cepat Kota Medan Berhasil Mengamankan 4 Orang Geng Motor Bernama “Tongkrongan Gembel Medan (TGM) ” Di Jalan Mandala By Pass Medan

Medan, buser86.com

Tim Reaksi Cepat Kota Medan Berhasil Mengamankan 4 Orang Geng Motor Bernama “Tongkrongan Gembel Medan (TGM) ” Di Jalan Mandala By Pass Medan, Selasa (17/2/2026).

Demikian Dikatakan Katim TRC Kota Medan Reza Wahyudi
Bersama Awak Media Di Kantornya Berdasarkan Laporan Masyarakat, Adanya Kegiatan Tawuran Di Jalan Mandala By Pass, Tim Langsung Bergerak Ke TKP Dengan Kecepatan Penuh.

Tim Reaksi Cepat Kota Medan

Sesampainya Di Sana Bahwa Benar Puluhan Anak Di Bawah Umur Melakukan Tawuran Dengan Memakai Sajam Seperti Samurai, Celurit, Dll Katanya.

Sekretaris TRC Kota Medan Willyam Pasaribu Mengatakan Tidak Boleh Ada Di Wilayahnya Melakukan Hal Hal Kejahatan Termasuk Melakukan Kegiatan Tawuran.

Kami Dari Tim Patroli TRC Kota Medan Selaku Mitra Kamtibmas Polri Berkomitmen Sesuai Arahan Bapak Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak Untuk Menjaga Kamtibmas Di Wilayah Kota Medan.

Penanganan terhadap anak-anak yang terlibat tidak semata-mata penegakan hukum, namun juga mengedepankan pendekatan humanis, edukatif, dan pembinaan, agar mereka tidak terjerumus lebih jauh dalam perilaku menyimpang dan kekerasan jalanan.

Kami menegaskan bahwa segala bentuk tawuran, geng motor, dan aksi kriminal jalanan tidak akan diberikan ruang di wilayah hukum Kota Medan.

Tim Patroli TRC Kota Medan akan terus meningkatkan patroli, respon cepat, serta kolaborasi dengan masyarakat demi menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Tersangka 4 Pelaku Tawuran:

  1. Rendi (15)
  2. Dafa (16)
  3. Fadil (15)
  4. Iqbal (17)

Selanjutnya 4 Pemuda Di Bawak Ke Polsek Medan Tembung Untuk Dilakukan Pembinaan Dikarenakan Masih Dibawah Umur, Dan Berjanji Untuk Tidak Melakukan Tawuran Lagi Dan Dikembalikan Lagi Ke Orang Tua nya.

Kami juga mengimbau
kepada para orang tua dan masyarakat agar lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, memperkuat pengawasan, serta menanamkan nilai disiplin, moral, dan tanggung jawab sejak dini.

Terima kasih kepada seluruh personel yang tetap bekerja dengan profesional, humanis, dan penuh dedikasi. Tetap jaga integritas, soliditas, dan keselamatan dalam setiap tugas.

Willyam Pasaribu

Kunjungi Brigif 18/Trisula, Menko Polkam Tekankan Profesionalisme Prajurit dan Cinta Tanah Air

SIARAN PERS NO. 52/SP/HM.01.02/POLKAM/2/2026

MALANG – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago menegaskan bahwa pembentukan prajurit elite harus ditempa melalui disiplin, profesionalisme, dan kesiapan tempur yang terus ditingkatkan setiap saat. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada para perwira satuan jajaran Divisi Infanteri 2 Kostrad di Markas Brigif 18/Trisula, Malang, Minggu (15/2/2026).

Dalam arahannya, Menko Polkam menekankan bahwa Kostrad merupakan pasukan pemukul strategis yang digerakkan saat negara menghadapi situasi kritis. Karena itu, Brigif 18/Trisula sebagai bagian dari kekuatan inti Kostrad dituntut selalu siap tempur, bergerak cepat, dan memiliki daya gempur tinggi. “Kostrad bukan satuan biasa. Ini adalah pasukan strategis yang digerakkan saat negara berada dalam kondisi genting. Pasukan elite dibentuk dan dilatih setiap hari, bukan saat menjelang adanya operasi. Tidak ada toleransi untuk kelalaian sekecil apa pun,” tegasnya.

Ia menambahkan, disiplin tinggi dalam setiap aktivitas menjadi fondasi utama pembentukan karakter prajurit yang tangguh dalam berbagai kondisi. Kesalahan kecil di medan tempur, menurutnya, dapat berujung pada kegagalan besar.

Menko Polkam juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kompeten, berkarakter, serta memiliki kecintaan kuat terhadap tanah air. Seorang pemimpin, kata dia, harus memahami kemampuan bawahannya dan terus mendorong peningkatan kapasitas satuan.

“Pasukan elite ditandai oleh pemimpin yang hadir di depan, bukan di belakang. Rantai komando harus tegas, jelas, dan dihormati seluruh anggota satuan. Kualitas satuan sangat ditentukan oleh kualitas para perwira yang memimpinnya. Di tengah dinamika dan eskalasi politik global yang sulit diprediksi, profesionalisme prajurit menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas nasional,” ujar Menko yang pernah menjabat sebagai Danbrigif Linud 18/Trisula ke-16 pada tahun 1992-1993.

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai konflik global menjadi pelajaran penting agar bangsa Indonesia tetap kuat dan kompak. Prajurit, tegasnya, harus senantiasa mencintai tanah air dan bersinergi menjaga keutuhan bangsa, baik dari ancaman internal yang memecah belah persatuan maupun ancaman eksternal.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Polkam mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Brigif 18/Trisula karena pernah bertugas dan ditempa di satuan tersebut sebagai Kepala Staf Brigade dan Komandan Brigade. Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap prajurit Brigif 18/Trisula sebagai bagian inti kekuatan Divisi 2/Kostrad.

Selain peningkatan kemampuan tempur melalui latihan rutin, ia juga menekankan pentingnya penguasaan teknologi modern sebagai bagian dari transformasi kekuatan pertahanan. “TNI tidak hanya harus unggul di medan perang, tetapi juga menguasai teknologi dan hadir di tengah masyarakat untuk memberikan dampak kesejahteraan,” tegasnya.

Sejalan dengan arahan Presiden, Menko Polkam menegaskan bahwa TNI harus hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam penanganan bencana banjir di Sumatera. Kehadiran prajurit dalam membantu masyarakat merupakan bukti nyata bahwa negara hadir dalam setiap kesulitan rakyat. Ia juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga kekompakan dan bekerja sama menyukseskan berbagai program prioritas pemerintah, seperti SPPG, Sekolah Rakyat, Pengobatan Gratis, dan Koperasi Merah Putih, demi kesejahteraan masyarakat yang lebih luas.

Di akhir pengarahannya, Menko Polkam kembali menekankan pentingnya peningkatan profesionalitas melalui latihan dan kompetisi sehat antar-satuan. “Prajurit yang handal lahir dari kompetisi yang sulit. Dan yang utama tidak ada titik berhenti dalam pengabdian kepada negara. Sebelum tembakan salvo berbunyi, pengabdian seorang prajurit belum berakhir,” pungkasnya.

Kunjungan ini turut dihadiri Sekretaris Kemenko Polkam Letjen TNI Mochammad Hasan, para Deputi Kemenko Polkam, Panglima dan Kepala Staf Divif 2 Kostrad Mayjen TNI Syaiful Sulun dan Brigjen TNI Septaviandi, Danbrigif 18/Trisula Letkol Inf Paulus Pandjaitan, serta jajaran perwira Divisi 2/Kostrad.

Humas Kemenko Polkam RI

Kasat Lantas Maju Tak Gentar “Makan Istri Kapolres” Berakhir Dicopot Dan Menunggu Peradilan

BAUBAU – Institusi Polri di Sulawesi Tenggara diguncang prahara moral yang memuakkan. Iptu JS alias Jajat Sudrajat, Perwira yang menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Baubau, resmi dicopot secara tidak hormat dari jabatannya setelah diduga kuat terlibat skandal perselingkuhan dengan istri atasannya sendiri—istri Kapolres Baubau.

Minggu (15/2/2026), menjadi saksi runtuhnya martabat seorang perwira yang memilih tunduk pada syahwat ketimbang sumpah jabatan. Kasus ini bukan sekadar gosip miring, melainkan tamparan telak tepat di wajah reformasi internal Polri.

Pengkhianatan di Lingkaran Pimpinan: Moralitas di Titik Nadir

Dugaan perbuatan asusila ini memicu gelombang kemarahan publik. Jajat, yang merangkak dari Bintara hingga meraih pangkat perwira, kini dituding sebagai aktor utama pengkhianatan etika yang menjijikkan. Sebagai Kasat Lantas, ia seharusnya menjadi cermin hukum, namun realitanya ia justru terperosok dalam “lembah kenikmatan” yang menghancurkan kehormatan institusi.

“Ini adalah bentuk pengkhianatan moral paling rendah! Bagaimana mungkin seorang bawahan menginjak-injak harga diri pimpinannya sendiri di dalam lingkup keluarga?” tegas seorang pengamat kepolisian.

Jeratan Pasal Berlapis: Pecat Tanpa Ampun!

Nasib Jajat kini berada di ujung tanduk. Tak ada ruang bagi kompromi. Pelanggaran berat terhadap Perpol Nomor 7 Tahun 2022 dan PP Nomor 2 Tahun 2003 telah menantinya. Publik menuntut satu kata: PEMECATAN!

Berikut adalah jeratan aturan yang siap menghantam Jajat:

  • PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat): Rekomendasi wajib bagi anggota yang mencederai martabat dan citra institusi secara fatal.
  • Pidana Perzinaan: Jika terdapat delik aduan, Pasal 284 KUHP siap menyeret sang mantan Kasat Lantas ke balik jeruji besi.
  • Sanksi Etik Berat: Pelanggaran terhadap norma hukum, agama, dan kesusilaan yang tak termaafkan.

Bola Panas di Tangan Kapolda Sultra

Kini, mata publik tertuju tajam pada Kapolda Sulawesi Tenggara. Apakah institusi berani bertindak tegas dan transparan, atau justru mencoba menutup-nutupi borok di tubuh sendiri? Masyarakat menegaskan bahwa hukum tidak boleh tumpul kepada rekan sejawat.

Karier belasan tahun yang dibangun dengan keringat, kini hancur lebur hanya karena kegagalan menjaga selangkangan. Ini adalah pelajaran pahit bagi seluruh anggota Polri: Bahwa pangkat tidak otomatis membawa martabat jika akhlak sudah tergadai.

Dunia kini menunggu: Apakah Jajat akan keluar dari gerbang Mapolda dengan status warga sipil yang terhina, ataukah kasus ini akan menguap begitu saja? Keadilan tidak boleh tebang pilih!